
MATARAM, KabarKampus – Universitas Bumigora (UBG) kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat. Melalui rangkaian kegiatan edukasi gizi dan keterlibatan aktif dalam penguatan pembangunan desa berbasis data dan teknologi, UBG menunjukkan komitmen dalam mengintegrasikan pendidikan, pengabdian, dan inovasi.
Salah satu wujud komitmen tersebut ditunjukkan melalui penyelenggaraan Nutrifair 2026 oleh Program Studi S1 Gizi Universitas Bumigora dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66, yang digelar pada Sabtu (31/1). Kegiatan ini merupakan agenda edukasi gizi tahunan yang secara konsisten diselenggarakan sejak 2019.
Nutrifair dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan di bidang kesehatan dan pendidikan, di antaranya DPD Persagi NTB, AsDI NTB, RSUP NTB, Puskesmas Gunung Sari, pelajar SMA dan SMK se-Pulau Lombok, serta mahasiswa dan dosen Universitas Bumigora.
Beragam aktivitas edukatif digelar dalam kegiatan ini, mulai dari pameran produk inovasi gizi karya mahasiswa, layanan konsultasi gizi gratis, pemeriksaan kesehatan, demo masak, hingga lomba memasak yang melibatkan pelajar tingkat SMA dan SMK.
Rektor Universitas Bumigora, Prof. Dr. Ir. Anthony Anggrawan, M.T., Ph.D., menyampaikan bahwa Nutrifair menjadi bagian penting dari upaya kampus dalam meningkatkan literasi gizi masyarakat secara berkelanjutan. “Nutrifair telah kami selenggarakan secara rutin setiap tahun sejak 2019. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dilibatkan langsung untuk memberikan edukasi gizi kepada masyarakat sebagai bagian dari pembelajaran dan pengabdian,” kata Anthony Anggrawan seperti dikutip dari Lombok Post.
Kegiatan Nutrifair dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Bumigora dan dilanjutkan dengan kunjungan ke berbagai stan karya mahasiswa serta layanan konsultasi gizi dan pemeriksaan kesehatan bagi pengunjung. Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah demo masak bersama Chef Shinobi yang menampilkan pengolahan menu bergizi dan praktis.
Acara juga dimeriahkan dengan penampilan seni dan lomba memasak antar pelajar. Selain sebagai sarana edukasi gizi masyarakat, Nutrifair 2026 juga menekankan penguatan pembelajaran nutripreneurship bagi mahasiswa Program Studi Gizi Universitas Bumigora.
Mahasiswa diarahkan agar tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kemampuan kewirausahaan di bidang gizi. Para lulusan diharapkan mampu berkontribusi dalam perencanaan menu, konseling gizi, inovasi produk pangan fungsional dan lokal, serta penanganan masalah gizi seperti stunting melalui pendekatan berbasis kewirausahaan.
Dengan demikian, peran lulusan tidak terbatas di lingkungan akademik, tetapi juga memberi dampak langsung bagi masyarakat, termasuk melalui pengembangan produk makanan bergizi siap saji yang relevan dengan program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Jadi mahasiswa itu kompetensi intinya itu kan mereka sudah ada, gizi klinik, gizi masyarakat, penyelenggaran makanan. Tinggal ditekankan sisi entrepreneurship-nya saja. Sehingga lahir Nutripreneurship atau wirausahawan bidang gizi yang baru. Dan itulah penciri khas yang menjadi keunggulan kami (prodi gizi),” kata Kaprodi Gizi Fakultas Kesehatan UBG, Lina Yunita.
Dengan keterampilan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu berperan aktif dalam mendukung program-program pemerintah sekaligus menciptakan solusi mandiri melalui produk dan inovasi gizi berbasis kebutuhan masyarakat. Selain fokus pada sektor kesehatan dan gizi, Universitas Bumigora juga memperkuat kontribusinya dalam pembangunan desa melalui partisipasi aktif pada Lokakarya Penguatan Sistem Informasi Desa (SID) di lokasi Program Unggulan Desa Berdaya Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






