
Refleksi Peran Keluarga, Iman, dan Pendidikan untuk Persatuan Bangsa
Seminar Nasional 2026 menghadirkan dua narasumber inspiratif, yakni Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI; serta Dr. (H.C.) James T. Riady, Pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH). Keduanya mengajak peserta merefleksikan peran strategis keluarga, iman, dan pendidikan sebagai fondasi pembentukan manusia Indonesia yang utuh dan berdaya saing, sekaligus perekat persatuan bangsa di tengah perubahan zaman.
Dalam paparannya, Prof. Brian menegaskan bahwa pendidikan memegang peranan krusial dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. Menurutnya, penguasaan teknologi kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendasar yang harus dimiliki generasi masa depan. Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan SDM yang berkelanjutan, dengan pendidik sebagai kunci utama dalam proses tersebut.
“Pendidik merupakan garda terdepan dalam proses pembentukan kualitas SDM, karena dari tangan merekalah lahir generasi yang siap menghadapi tantangan zaman. Pendidikan yang dikelola dengan baik akan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan SDM yang adaptif, kompeten, dan berdaya saing,” ucap Prof. Brian.
Sementara itu, Dr. James secara terbuka membagikan perjalanan pribadinya ketika ia menyadari bahwa hidup tidak semata-mata diukur dari pencapaian dan reputasi, melainkan dari kesediaannya untuk memenangkan hati keluarganya. Dari perenungan tersebut, ia menyadari bahwa perubahan sejati harus dimulai dari pembaruan diri, dengan menjalani hidup yang berbeda, lebih bertanggung jawab, dan berakar pada kebenaran yang memerdekakan.
“Bangsa yang kuat lahir dari keluarga yang kuat. Ketika relasi keluarga sedang tidak baik, itu bukan akhir dari segalanya. Jangan kehilangan harapan, karena setiap keadaan sulit selalu membuka kesempatan untuk pemulihan,” tutup Dr. James dengan penuh keyakinan.
Lebih lanjut Pdt. Prof. Binsar Jonathan Pakpahan, Ph.D., selaku Koordinator Seminar Nasional 2026 menegaskan bahwa keluarga memegang peranan utama dalam pembentukan karakter dan kekuatan iman seseorang. Berangkat dari pemikiran tersebut, Seminar Nasional 2026 sengaja diselenggarakan di lingkungan perguruan tinggi, seperti UPH. Kampus dipandang sebagai ruang strategis untuk mendekatkan kembali nilai-nilai keluarga kepada generasi muda, sekaligus memperkuat kesadaran bahwa pendidikan sejatinya berawal dari rumah.
“Perguruan tinggi harus menjadi ruang untuk membicarakan nilai-nilai keluarga, ketahanan, dan iman. Dari kampus inilah kita ingin membangun fondasi yang kuat bagi keluarga-keluarga Indonesia ke depan,” ujar Prof. Binsar.
Dalam Pujian dan Ucapan Syukur atas Kesetiaan Tuhan
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






