Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Caritas Indonesia (UNCRI), Prof. Roberth KR Hammar, menekankan pentingnya kolaborasi aktif antara perguruan tinggi dan kepolisian dalam mencegah peredaran narkoba di kalangan mahasiswa.
Ia menilai pencegahan penyalahgunaan narkotika merupakan tanggung jawab penting dunia pendidikan dalam membina karakter generasi muda. “Perguruan tinggi diharapkan berperan aktif dalam edukasi, pembinaan karakter, serta menciptakan kegiatan positif bagi mahasiswa melalui kolaborasi dengan kepolisian dan pemerintah daerah,” ujar Roberth.
Selain itu, ia juga menyoroti perlunya perhatian khusus dalam mempersiapkan masa depan mahasiswa, terutama bagi orang asli Papua (OAP). “Jika kita sudah saling mengenal, komunikasi akan jauh lebih mudah. Kampus dan aparat harus berjalan bersama untuk menjaga stabilitas dan kenyamanan di lingkungan pendidikan,” katanya.
Wakapolda Papua Barat kembali menegaskan bahwa sinergi antara kepolisian dan akademisi menjadi langkah konkret dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan kondusif. Pihak kepolisian berharap kerja sama ini dapat memperkuat kesadaran hukum mahasiswa serta menjadi fondasi lahirnya generasi muda Papua Barat yang berdaya saing dan berkontribusi positif bagi daerah.
Melalui pertemuan tersebut, para rektor menyatakan komitmen untuk terus mendukung Polda Papua Barat dalam upaya pencegahan potensi gangguan keamanan, termasuk melalui penguatan edukasi hukum dan pengelolaan dinamika sosial di seluruh perguruan tinggi di Manokwari.






