More

    Intimidasi Menteri Israel Kepada Al-Aqsa Saat Ramadhan di Yerusalem

    Eskalasi Sejak Perang Gaza

    Pengetatan keamanan di Yerusalem terjadi di tengah eskalasi lebih luas sejak pecahnya perang di Gaza pada 8 Oktober 2023. Di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, operasi militer, penangkapan, pembongkaran rumah, serta perluasan permukiman meningkat signifikan.

    Data Palestina menyebut lebih dari 1.115 warga Palestina tewas, sekitar 11.500 orang terluka, dan sekitar 22.000 lainnya ditangkap di Tepi Barat sejak awal agresi. Pada saat yang sama, pemerintah Israel juga menyetujui sejumlah keputusan administratif yang dinilai memperkuat kontrol atas wilayah pendudukan, termasuk klasifikasi tanah di Tepi Barat sebagai milik negara.

    - Advertisement -

    Kepresidenan Palestina menyebut kebijakan itu sebagai aneksasi de facto dan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan resolusi legitimasi internasional. Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dijadwalkan menggelar pertemuan darurat tingkat menteri luar negeri untuk membahas langkah Israel yang dinilai melemahkan prinsip solusi dua negara.

    Di tengah ketegangan tersebut, Ben-Gvir juga memicu kontroversi lewat pernyataan keras terkait penggusuran warga Palestina. Ramadhan tahun ini berlangsung dalam atmosfer yang sarat tekanan politik dan militer. “Bangsa Yahudi di atas hukum. Kalian punya waktu 2 jam. Saya tidak peduli,” ucap Ben-Gvir.

    Situasi di Yerusalem dan Tepi Barat pun terus menjadi sorotan internasional, dengan kekhawatiran bahwa eskalasi kebijakan keamanan dan politik dapat memperdalam konflik serta menjauhkan peluang penyelesaian damai yang adil dan berkelanjutan.

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here