Ketua Umum LPM Penalaran UNM, Muhammad Ammar Latif, menegaskan bahwa berakhirnya pelatihan bukanlah akhir dari proses belajar.
“ToT bukanlah garis akhir, melainkan garis start untuk menjadi fasilitator hebat. Fasilitator terbaik bukanlah yang terlihat paling pintar, melainkan yang membuat pesertanya lebih hebat,” kata Muhammad Ammar Latif.
Ketua Panitia ToT 2026, Ardiansah, turut meminta peserta menerapkan kemampuan yang diperoleh di lingkungan masing-masing.
“Bawalah kemampuan membaca situasi, mendengar peserta, dan membangun ruang belajar ke lingkungan kalian. Keberhasilan pelatihan diukur dari seberapa jauh ilmu ini meneruskan dampak,” tuturnya.
Apresiasi juga disampaikan alumni LPM Penalaran UNM Angkatan VI, Dr. Sitti Saenab, S.Pd., M.Pd., yang menilai seluruh proses ToT penting dalam membentuk calon fasilitator.
“Semoga alumni ToT ini dapat menjadi fasilitator yang teliti dalam menyiapkan, cermat dalam memfasilitasi, dan tulus dalam mendampingi setiap proses belajar,” ujarnya.
Seremoni penutupan diisi laporan ketua panitia, sambutan Ketua Umum, serta penutupan resmi oleh Pembina LPM Penalaran UNM yang diwakili oleh alumni LPM Penalaran UNM Dr. Sitti Saenab, S.Pd., M.Pd., lalu diakhiri dengan doa dan foto bersama.
Dengan berakhirnya ToT 2026, para peserta resmi menjadi calon fasilitator yang akan merealisasikan rancangan kegiatan mereka ke lembaga serta divisi masing-masing. Bagi LPM Penalaran UNM, tuntasnya ToT menjadi titik awal bagi peserta untuk mengaplikasikan pengetahuan dan menghadirkan ruang belajar yang mendorong orang lain untuk bertumbuh.






