
Dampak Inovasi Smart Farming bagi KWT
Penerapan smart farming mulai memberikan dampak bagi KWT Cempaka Batan Indah, terutama dalam budidaya jamur. Candrawati, Ketua KWT Cempaka Batan Indah, mengatakan sistem misting membantu menjaga kondisi kumbung lebih terkontrol sehingga area yang sebelumnya belum optimal juga mulai menghasilkan jamur.
“Masa panen yang sebelumnya sekitar empat bulan kini dapat berlangsung hingga enam bulan. Area ujung kumbung yang sebelumnya belum optimal untuk pertumbuhan jamur juga mulai menghasilkan jamur. Selain membantu proses budidaya, program ini juga menambah pengetahuan kami tentang penggunaan teknologi smart farming melalui pelatihan dan evaluasi dari tim mahasiswa,” ujar Candrawati.
Melalui PPK Ormawa, mahasiswa UPH belajar mengubah ilmu menjadi solusi nyata, bekerja lintas disiplin, dan hadir bersama masyarakat untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari pendidikan holistis UPH yang mendorong mahasiswa aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan diri yang bermanfaat. Melalui proses ini, UPH mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan yang takut akan Tuhan, unggul, dan berdampak bagi masyarakat.
Selamat kepada HMPS S1 Farmasi UPH yang berhasil meraih pendanaan PPK Ormawa 2026!
Dosen Pembimbing:
Feronia Reni Cyrena Santoso, M.S.Farm.
Anggota Tim:
- Djona Nababan – S1 Farmasi (2024)
- Nadine Angelica – S1 Farmasi (2024)
- Bryan Nakatomi – S1 Farmasi (2024)
- Jenifer Gabriela – S1 Farmasi (2024)
- Evan Rama Christian – S1 Farmasi (2024)
- Fricillia Celine – S1 Farmasi (2023)
- Richard Yang – S1 Farmasi (2023)
- Satriyanto Beka – S1 Teknik Industri (2023)
- Thomas Ryuuvan – S1 Teknik Elektro (2024)
- Patrik Pairunan – S1 Teknik Elektro (2024)
- Gabriel Khnoel Lapik – S1 Teknik Elektro (2024)
- Dave Sebastian – S1 Teknik Elektro (2024)
- Verrell Clarence – S1 Teknik Elektro (2025)






