Penulis: Kun Mardiwati Rahayu*

JAKARTA, KabarKampus — Pengelolaan sampah plastik masih menjadi tantangan besar di perkotaan. Namun, di tangan masyarakat yang kreatif, sampah bungkus sachet kopi bekas yang semula dianggap limbah tak berharga dapat disulap menjadi beragam produk kerajinan bernilai ekonomis dan estetis.
Sebagai langkah nyata memperkuat pemanfaatan limbah dan memberdayakan ekonomi warga lokal, Program Studi Biologi Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) berkolaborasi dengan mitra Bank Sampah Meninjo menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) bertema “Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui Pelatihan Daur Ulang Sampah Plastik”. Kegiatan ini dilaksanakan di RPTRA Jangkrik, Ciganjur, Jakarta Selatan.
Acara ini dibuka dan dihadiri langsung oleh Pak Kasingun selaku Ketua RW setempat. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mengatasi permasalahan lingkungan hidup.
“Permasalahan sampah tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan harus ditangani bersama oleh seluruh elemen masyarakat, tak terkecuali institusi perguruan tinggi atau kampus yang memiliki peran strategis dalam menghadirkan solusi dan edukasi bagi warga,” tegas Pak Kasingun.
Edukasi, Pelatihan, dan Pendampingan Mahasiswa
Kegiatan pelatihan ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman di bidang pengelolaan lingkungan dan akademisi, yaitu Kun Mardiwati Rahayu, S.Si., M.Biomed (praktisi dan akademisi) serta Bu Syamsuryati (pegiat lingkungan dari Asosiasi Bank Sampah Indonesia).
Sebanyak 20 peserta yang merupakan ibu-ibu anggota Bank Sampah Meninjo antusias mengikuti jalannya pelatihan. Kegiatan ini berlangsung sukses berkat kerja sama kepanitiaan serta keterlibatan aktif dari mahasiswa Biologi Universitas Al Azhar Indonesia yang turut mendampingi para peserta secara langsung selama proses pelatihan.
Metode pelatihan dirancang secara komprehensif, menggabungkan pemaparan materi, demonstrasi teknik pemotongan dan pelipatan, hingga praktik mandiri mengolah bungkus sachet kopi bekas.
Melalui pendampingan intensif dari para narasumber dan panitia mahasiswa, para peserta diajarkan langkah-langkah transformatif:
- Pemilihan & Pembersihan Bahan: Memahami teknik pemilahan jenis kemasansachet serta cara pembersihan yang higienis sebelum diolah.
- Teknik Pelipatan & Anyaman: Menguasai pola lipatan khusus agar kemasan plastikberubah menjadi bahan dasar kerajinan yang kokoh dan tahan lama.
- Rancangan Produk & Komersialisasi: Mengkreasi hasil anyaman menjadi aneka produk bernilai jual, sekaligus berdiskusi mengenai strategi pemasaran dan potensi pengembangan usaha mikro bagi anggota bank sampah.
Apresiasi dan Harapan Keberlanjutan
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






