More

    UNAIR Perkuat Peran Kampus, dari Pelaporan Keberlanjutan hingga Literasi Politik

    Mahasiswa Diajak Memahami Demokrasi dan Lembaga Negara

    Selain mengembangkan pengetahuan terkait keberlanjutan, UNAIR menjadi tempat pelaksanaan program DPD RI Goes to Campus di Surabaya pada Kamis. Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperluas pemahaman mahasiswa mengenai demokrasi, fungsi lembaga negara, dan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam kehidupan politik.

    Anggota DPD RI Lia Istifhama mengatakan, pemahaman politik di kalangan anak muda diperlukan agar mereka tidak bersikap apatis terhadap proses demokrasi. “Demokrasi itu akan tumbuh subur ketika generasi muda melek politik, tidak apatis, tetapi optimistis, mencintai, dan mau memahami ruang-ruang demokrasi,” kata Lia usai kegiatan seperti dikutip dari Antara.

    - Advertisement -

    Menurut Lia, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi DPD RI yang telah berusia 22 tahun untuk lebih dikenal mahasiswa. Ia menekankan bahwa generasi muda perlu memahami tugas lembaga perwakilan, terutama dalam menghimpun dan memperjuangkan aspirasi masyarakat di daerah.

    Pemahaman tersebut diharapkan membantu mahasiswa menilai persoalan politik dan kebijakan publik secara lebih menyeluruh, alih-alih hanya mengandalkan potongan informasi yang beredar di media sosial. Lia turut menghubungkan literasi politik dengan konsep Green Democracy atau demokrasi hijau yang diusung Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin. 

    Ia juga menyoroti pentingnya meritokrasi dan pengembangan keterampilan kepemimpinan agar generasi muda memiliki kesiapan untuk berkontribusi, termasuk melalui lembaga perwakilan. Dalam pandangannya, DPD RI dapat berperan sebagai penghubung antara aspirasi daerah dan proses pengambilan kebijakan. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mengambil peran aktif dengan menyampaikan masukan kepada lembaga negara, bukan sekadar menjadi penerima informasi politik.

    Direktur Kemahasiswaan UNAIR, Eko Supeno, menilai interaksi langsung dengan perwakilan lembaga negara dapat membantu mahasiswa memahami mekanisme pemerintahan dan proses penyaluran aspirasi masyarakat. “Melalui pertemuan tatap muka langsung semacam ini, mahasiswa akan semakin dekat dan memahami tugas pokok dan fungsi lembaga negara,” kata Eko.

    Ia menambahkan, komunikasi secara langsung juga dapat membantu meluruskan kesalahpahaman mengenai lembaga negara yang mungkin muncul akibat informasi di media sosial yang tidak melalui proses verifikasi. Eko berharap kegiatan tersebut dapat dikembangkan melalui program sekolah legislatif yang melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. 

    Program semacam itu dinilai dapat membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari proses legislasi dan sistem perwakilan rakyat secara lebih mendalam.

    Menghubungkan Pengetahuan dengan Kebutuhan Masyarakat

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here