
Universitas Pelita Harapan (UPH) meraih tiga penghargaan dalam Anugerah Abdidaya Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026. Penghargaan tersebut diumumkan dalam acara puncak dan penutupan yang berlangsung di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, Sulawesi Selatan, pada 24 Oktober 2026.
Tiga penghargaan yang diraih meliputi Terbaik 2 Dosen Pendamping Paling Aktif oleh Prof. Dr. Ir. Adolf J. N. Parhusip, M.Si., dosen Fakultas Sains dan Teknologi (FaST) UPH; Terbaik 2 Tim Pelaksana Paling Inspiratif oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) S1 Farmasi dari Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UPH; serta Terbaik 3 Ormawa Paling Kolaboratif oleh HMPS Teknologi Pangan dari FaST UPH.
Pencapaian ini semakin menegaskan kiprah UPH sebagai perguruan tinggi dengan perolehan penghargaan terbanyak di Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 di lingkungan LLDikti Wilayah III, sekaligus mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan inovasi pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan berdampak nyata.
Anugerah Abdidaya PPK Ormawa merupakan puncak ajang apresiasi nasional bergengsi bagi mahasiswa yang menjalankan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat melalui organisasi kemahasiswaan. Di tahun ini, Anugerah Abdidaya PPK Ormawa menghadirkan 120 tim pelaksana dari 60 perguruan tinggi.
Penghargaan diberikan dalam berbagai kategori yang mencakup tim pelaksana, organisasi kemahasiswaan, dosen pendamping, perguruan tinggi, mitra keberlanjutan, hingga luaran program berupa poster, video, dan stand expo.
Menanggapi pencapaian tersebut, Dr. Andry M. Panjaitan, S.T., M.T., CPHCM., Associate Vice President of Student Development, Alumni, and Corporate Relations UPH, menyampaikan bahwa penghargaan ini mencerminkan dukungan dan kolaborasi yang baik dari universitas, antar fakultas dan program studi, mitra, pemerintah daerah, masyarakat dan juga dengan proses pembinaan yang mendorong mahasiswa untuk mengembangkan gagasan kreatif, kemampuan bekerja sama, dan menerapkan ilmu dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pendampingan dosen dan kolaborasi yang terbangun selama pelaksanaan program menjadi bagian penting dalam membantu mahasiswa menghasilkan solusi yang relevan dan berkelanjutan.
“Bagi UPH, pencapaian ini bukan hanya tentang penghargaan, tetapi juga tentang proses mahasiswa belajar mengembangkan gagasan menjadi solusi yang bermanfaat. Penghargaan yang diraih menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam organisasi, kesungguhan tim dalam menjalankan program, serta peran dosen dalam mendampingi mahasiswa sepanjang prosesnya. Kami berharap pengalaman ini terus mendorong mahasiswa untuk berkarya, memberi dampak nyata bagi masyarakat, dan bertumbuh menjadi pribadi yang takut akan Tuhan, unggul, dan berdampak,” ujar Dr. Andry.
Bagi Prof. Adolf, penghargaan yang diraihnya menjadi apresiasi atas kolaborasi dosen, mahasiswa, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal melalui program LESTARI. Pendampingan ini tidak hanya mendorong mahasiswa HMPS Teknologi Pangan UPH mengembangkan inovasi pengolahan ikan lele menjadi produk pangan bernilai tambah, tetapi juga menerapkan ilmu pengetahuan untuk membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Saya bersyukur atas penghargaan ini karena menjadi apresiasi atas kerja keras, kreativitas, dan kolaborasi mahasiswa dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Sebagai dosen, saya ingin mahasiswa tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian, keberanian berinovasi, dan kemampuan menerapkan ilmu untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Prof. Adolf.
“Ke depan, saya berkomitmen untuk terus mendampingi mahasiswa dalam mengembangkan program pemberdayaan yang berkelanjutan, memperkuat kemandirian masyarakat, serta memperluas dampaknya melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Bagi saya, keberhasilan terbesar bukan hanya ketika mahasiswa meraih prestasi, melainkan ketika ilmu pengetahuan dan kerja bersama mampu membawa perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat,” tambah Prof. Adolf.
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






