
BANDUNG, KabarKampus – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEMNUS) Jawa Barat kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (6/11). Mereka menyampaikan sejumlah tuntutan terkait persoalan pendidikan, lingkungan, ekonomi, dan kesehatan.
Aksi tersebut diikuti mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Bandung. Berdasarkan laporan JPNN Jabar, sekitar seratus mahasiswa tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Salah satu peserta aksi, Andika Satria Aulia, mengatakan tuntutan yang dibawa mahasiswa merupakan respons terhadap berbagai persoalan yang dinilai belum diselesaikan pemerintah.
“Tuntutan kita hari ini terkait pendidikan, pun juga kita membawa terkait lingkungan, ekonomi, dan juga kesehatan yang hari ini rasanya hal-hal tersebut menjadi permasalahan fundamental di negara kita,” kata Andika, dikutip dari Inilah Koran.
Dalam bidang pendidikan, mahasiswa mendesak pemerintah melakukan reformasi secara menyeluruh. Tuntutan tersebut mencakup penyelenggaraan pendidikan gratis dan merata, peningkatan kesejahteraan guru, serta pemisahan anggaran pendidikan. “Kami mendesak pemerintah melakukan reformasi pendidikan melalui perwujudan pendidikan gratis dan merata, peningkatan kesejahteraan guru, dan pemisahan anggaran pendidikan,” ujar Andika.
Selain pendidikan, mahasiswa turut menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan. Mereka mendesak pemerintah menetapkan karhutla sebagai bencana nasional karena dampaknya dinilai telah meluas hingga ke negara lain. “Untuk lingkungan tentunya kami mendesak negara karena per hari ini karhutla belum diangkat sebagai bencana nasional, dengan dampak begitu besar bahkan sudah masuk ke mancanegara,” katanya.
Andika juga menyinggung dampak karhutla terhadap citra Indonesia di mata internasional. Ia meminta pemerintah segera menyelesaikan persoalan tersebut. “Indonesia menjadi bahan olokan dari negara-negara lain yang terdampak oleh karhutla ini. Harapan paling untuk pemerintah, tolong segera selesaikan apa yang menjadi PR kalian,” lanjutnya.
Selain dua isu tersebut, massa aksi turut membawa persoalan ekonomi dan kesehatan dalam tuntutan mereka. Isu program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan evaluasi kinerja pemerintah juga menjadi bagian dari persoalan yang disoroti dalam demonstrasi tersebut.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian. Selama demonstrasi, arus lalu lintas di Jalan Diponegoro yang mengarah ke Jalan Trunojoyo sempat ditutup sementara. Mahasiswa berharap tuntutan yang disampaikan dapat ditindaklanjuti pemerintah melalui kebijakan dan langkah konkret.






