More

    Mahasiswa Bali Dukung Gubernur Tolak Pameran Inter-Tabac Asia 2015

    Ahmad Fauzan Sazli

    17 02 2014 Mahasiswa Bali Dukung Gub Bali Tolak Pameran RokokBALI, KabarKampus – Puluhan mahasiswa dan pelajar melakukan aksi damai di Denpasar Bali, Minggu, (16/02/2014). Aksi tersebut merupakan aksi dukungan dan terima asih kepada I Made Mangku Pastika, Gubernur Bali yang telah menolak menjadi tuan rumah pameran Inter-Tabac Asia 2014 yang akan digelar di Bali Nusa Dua Convention Center pada tanggal 27 – 28 Febuari 2014 mendatang.

    Guseka Arya Cyuta, Kordinator Aksi, mengatakan, Bali sudah memiliki Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok No 10 tahun 2011 yang sudah efektif. Ia rasa gubernur sudah tahu akan hal itu, makanya beliau menolak pameran tersebut diselenggarakan di Bali.

    - Advertisement -

    “Tidak mungkin Bali menjadi tuan rumah pameran industri rokok ketika sudah memiliki Peraturan Daerah yang mengatur tentang kawasan tanpa rokok,“ katanya.

    Aksi ini sendiri diinisiasi oleh Divisi Khusus Komunitas Mahasiswa Peduli Bahaya Tembakau Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana, Bali. Dalam aksi tersebut, mereka mengerahkan puluhan pelajar dan mahasiswa di Bali.

    Dalam aksi ini, hadir juga Yosef Rabindanata Nugraha, pendiri dari Komunitas Indonesia Bebas Rokok yang juga merupakan salah satu penggagas petisi change.org/StopDortmund. Sebuah petisi yang menggalang dukungan secara online dari masyarakat.

    Petisi tersebut sudah ditandatangani oleh lebih dari 12.000 orang, diantarnya 8.000 orang Warga Negara Indonesia, 3.000 Warga Negara Jerman, dan sisanya dari negara lain.  Petisi tersebut sudah diserahkan kepada pihak Walikota Dortmund, Kota yang menyelenggarakan Inter-tabac Asia di Bali.“

    Sebelumnya, Gubernur Bali sudah berulang kali mengatakan kepada media bahwa dia memiliki komitmen untuk menolak pameran tersebut diadakan di Bali. Hal tersebut karena Pemerintah Provinsi Bali sudah memiliki Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok. Selain itu Gubernur Bali pun sudah mengirim surat kepada Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dan disampaikan tembusan kepada Komnas HAM, Komnas Pengendalian Tembakau, Kapolda Bali dan Kepala Satpol PP Bali pada tanggal 4 Februari 2014.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here