Ahmad Fauzan Sazli
BANDUNG, KabarKampus – Akibat Tweetnya dianggap mencemarkan nama baik kampus Universitas Telkom (Unetel), Muhamad Maulana Riswandha, Presiden Mahasiswa Unitel diskorsing oleh rektorat. Maulana atau yang biasa disapa Ican ini harus menerima sangsi berupa tiga bulan tidak boleh mengikuti perkuliahan dan tidak boleh menjadi pengurus kemahasiswaan di lingkungan Unitel.
Tak terima Presma Unitel diskorsing, mahasiswa Unitel menggalang solidaritas untuk Ican lewat gerakan #SaveIcan di depan rektorat kampus Unitel, Bandung, Senin, (17/02/2014). Mereka mengumpulkan tanda tangan mahasiswa lainnya di atas kan putih berukuran 2 x 3.
Tak hanya itu, mereka juga memasang baliho ukuran 12 meter di atas tower BTS yang bertuliskan “Selamat Datang di Kampus Anti Kritik”.
Menurut Aril Wahyu Pratama, mahasiswa Unitel, bahwa skorsing yang diberikan rektorat kepada Ican merupakan bentuk-bentuk feodalisme. Seharusnya persoalan di lingkungan akademik diselesaikan secara keilmuan.
“Saya ngga abis pikir, apa parameter mereka yang menganggap twitt Ican mencemarkan nama baik kampus,” jelas Aril.
Menurut Aril, mereka ingin mahasiswa lain tahun bahwa kampus Unitel adalah kampus yang anti kritik. Dan budaya anti kritik tersebut harus dihilangkan dari kampus.
Selain memasang baliho dan menggalang tanda tangan Gerakan SaveIcan juga menyampaikan surat keberatan skorsing Ican kepada rektor. Namun dalam kesempatan tersebut mahasiswa hanya ditemui oleh wakil Rektor 1.
Aril mengungkapkan bahwa mereka akan terus melakukan aksi solidaritas dan menggalang mahasiswa lainnya agar surat skorsing yang diberikan kepada Ican dicabut.[]







untuk informasi, dan ini merupakan info yang akurat, bahwa yang dikatakan sama ariel itu sangatlah tidak benar, yang benar adalah semua 27 twiit ican/maulana riswandha dipermasalahkan, kesemua 27 twit ican tersebut merupakan asumsi ican belaka, yang tanpa didasari fakta (kalau bahasa kasarnya fitnah) dan icanpun mengakuinya… bukti ada baik itu secara tertulis melalui saksi-saksi ataupun recorder. yang secara jelas ican mengakuinya dan malahan dengan cemennya dia menangis.
@nugianto??? ada bukti???? bahkan saya mengikuti tweet @icannnn mengatakan hanya pint 22 saja yang merupakan sebuah asumsi makanya diketik dengan awalan “jadi mungkin “.
http://muda.kompasiana.com/2014/02/19/nasib-presbem-unitel-masih-di-skors-636359.html
*Saya alumni kampus tersebut sebelum berubah menjadi merah almamaternya dan saya dipihak netral.
nugianto kmu orang yg tidak berpendidikan? kmu sudah baca belum tweetnya ada brp bnyk? apakah ada 27 twit? jng cuman baca konfirmasi dr yayasan. Harusnya kmu baca semuanya dan sedikit cerdas. Lalu itu semua juga asumsi, baca dunk susunan katanya ada kalimat “mungkin”. Sudah sekolahkah anda? tahu pelajaran bahasa Indonesia? cerdas dunk