Mega Dwi Anggraeni

BANDUNG, KabarKampus – Pengawasan Ujian Nasional tahun ini lebih ketat dari tahun-tahun sebelumnya. Namun sayangnya pelaksanaan UN di beberapa tempat di Kabupaten Bandung justru kekurangan soal ujian.
Berdasarkan laporan yang diterima panitian UN, terdapat sebanyak empat eksemplar soal ujian kurang dalam pelaksanaan UN di Kabupaten Bandung. Akibatnya, pihak panitia harus memfoto kopi lembar soal tersebut untuk mengantisipasi kekurangan.
“Hari ini, kami akhirnya memfoto kopi lembar soal untuk mengantisipasi kekurangan tersebut. Tetapi foto kopi pun tidak dilakukan sembarangan karena mendapat pengawasan dari pihak kepolisian,” aku Uyu Wahyudin, Ketua Pelaksana UN kepada wartawan saat ditemui di Kampus UPI, Jalan Setiabudi, Bandung, Senin (14/4/2014).
Untuk lembar soal yang difoto kopi, Uyu mengaku tidak mengkhawatirkan hal tersebut, meskipun akan ada soal dengan barcode yang sama. Upaya yang mereka lakukan adalah memberikan perlakuan istimewa terhadap ruang ujian yang mendapat lembar soal foto kopian. Mereka akan memisahkan soal serta mengamankan data siswa yang menggunakannya.
“Karena apapun masalahnya, kami selalu mengedepankan berita acara, jadi memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” jelasnya.
Uyu juga mengaku, kekurangan tersebut murni karena human error lantaran jumlah soal memang sangat banyak.
Adapun berdasarkan data statistik yang dikemukakan oleh Sunaryo Kartadinata, Penanggung Jawab UN Jawa Barat, jumlah peserta UN tahun 2014 mencapai 472.951 siswa; jumlah ruang sebanyak 26.122; pengawas ruang sebanyak 52.810; pengawas satuan pelaksana sebanyak 5.300 orang, dan sub rayon sebanyak 281.
Sunaryo menjelaskan, pihaknya memperbanyak jumlah sub rayon menjadi 280, dengan maksud memperpendek jarak tempuh. Sehingga, tidak ada soal ujian yang menginap di satuan pendidikan. Menurutnya, sistem ini dilakukan secara merata di seluruh Jawa Barat.
“Tahun ini kita menambahkan sekitar 50 sub rayon. Dan selama proses penyelenggaraan, sampai detik ini kami belum menerima laporan yang mengkhawatirkan, semua terpantau lancar,” ujarnya.
Sementara untuk sistem pemindaian, Sunaryo mengatakan pihak UPI akan bekerjasama dengan UNPAD agar proses pemindaian bisa berjalan lebih cepat dan efektif.[]






