Ahmad Fauzan Sazli

JAKARTA, KabarKampus – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengaku tidak mengetahui alasan dicantumkan nama Jokowi pada soal UN 2014. Mereka juga mengaku, tidak mengetahui tokoh-tokoh siapa saja yang masuk dalam soal UN 2014.
“Soal UN sifatnya Rahasia Negara. Waktu saya datang ke percetakan, saya tidak boleh melihat. Orang percetakan saja tidak boleh membawa handphone,” kata Musliar Kasim,Wamendikbud bidang Pendidikan dalam konferensi pers di gedung Kemdikbud, Jakarta, Selasa, (15/04/2014)
Selain itu, menurut Musliar, mereka juga tidak membayangkan, kalau Jokowi akan masuk bursa pencalonan. Karena bank soal UN 2014 sudah mereka buat pada bulan Juli 2014 sebelum pendeklarasikan Jokowi sebagai presiden.
“Kami bukannya ingin melindungi penulis soal. Namun saat ini mereka masih menelusuri apa keinginan terselubung dari penulis soal tersebut,” katanya.
Meski demikian, Musliar menyangkal, kalau mereka dianggap kecolongan dengan adanya nama Jokowi pada soal Bahasa Indonesia di Ujian Nasional 2014. Menurutnya, prosedur pembuatan soal sudah sesuai dengan standar prosedur yang berlaku.
Ia mengungkapkan, sebelum soal dibuat mereka sudah membuat kisi-kisi mengenai tokoh yang akan ditulis dalam soal UN. Namun dalam kisi-kisi tersebut tidak ada unsur politiknya.
Kemendikbud sendiri menurut Musliar menjadikan kasus ini sebagai pelajaran berharga. Selanjutnya ke depan Kemdikbud akan menggunakan tokoh yang sudah meninggal dalam soal UN.
“Karena kalau masih hidup bisa saja menjadi capres,” katanya.[]






