Ahmad Fauzan Sazli

GARUT, KabarKampus – Asean Community 2015 akan segera diberlakukan pada tahun 2015. Saat Asean Community berlaku maka tenaga kerja terdidik dari negara Asean akan bebas bekerja di Indonesia, begitu juga sebaliknya.
Sejumlah pemuda pun mempersiapkan diri untuk menghadapi Asean Community. Termasuk pemuda di kampung Panawuan, Garut Jawa Barat. Untuk menghadapi era pasar bebas tersebut, mereka mendirikan Asean Youth Center.
Asean Youth Center diluncurkan di kampung Panawuan, Keluruhan Sukaraja, Taronggong Kidul, Garut Jawa Barat pada hari minggu, (01/06/2014). Peluncuran ini dihadiri oleh duta besar negara-negara Asean, Kementerian Pemuda dan Olah Raga,serta pejabat setempat.
Asean Youth Center ini mengusung tag line Dari “Desa Untuk Masyarakat Asean”. Tempat ini akan menjadi akses pendidikan non formal dan informasi mengenai Asean. Selain itu tempat ini juga terbuka bagi komunitas untuk berkegiatan dan menyusun kolaborasi.
“Kami bercita-cita menjadikan tempat ini sebuah melting pot bagi orang-orang untuk berinteraksi dan menyuarakan ide. Ide tersebut akan didorong menjadi program nyata yang manfaatnya harus bisa dirasakan oleh masyarakat dan mengakselerasi hajat hidupnya,” kata Mahardika, Program Officer Asean Yout Center, Senin, (02/06/2014).
Sementara itu Yusran Hanif, Program Manager Asean Youth Center mengatakan, mereka menilai pendirian Asean Youth Center sangat strategis dan represetatif. Hal itu karena Kampung Panawuan semakin berpotensi sebagai wahana strategis diplomasi publik dan keegaraaan.
“Dengan makin seringnya berbagai kegiatan kepemudaaan selama dari berbagai negara yang digelar selama ini,” jelas Yusran.
Dalam enam tahun terakhir, kampung Panawuan memang kian menjadi pusat perhatian dari berbagai kalangan. Hal itu ditandai dengan terpilihnya panawuan menjadi tuan rumah Internasional Youth forum pada 2008 yang diikuti 250 pemuda dan pemudi dari 32 negara. Selain itu kampung ini juga pernah menjadi tempat perhelatan Walk Place yang dihadiri 10 negara, Action For Life yang dihadiri delapan negara, juga pernah mendapat kunjungan dari Daegu University Korea.
Asean Youth Center sendiri merupakan hasil inisiatif pemuda lokal panwuan yang tergabung dalam Panawuan Institut, bekerjasama dengan Indonesia Student and Youth Forum dan Pusat Pemberdayaan Pengembangan Pemuda Indonesia. Kegiatan ini didukung penuh oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Pemerintah Daerah Kabupaten Garut.[]






