Ahmad Fauzan Sazli
JAKARTA, KabarKampus – Global Peace Foundation Indonesia ( GPFI ) bekerja sama dengan President University mengadakan International Multifaith Youth Assembly ( IMYA) pada 16-19 Juni 2014 di Jakarta, Indonesia. Program ini merupakan upaya untuk menyebarkan semangat toleransi, kerukunan dan perdamaian di ASEAN dan untuk membangun model regional “unity in diversity” bagi dunia .
International Multifaith Youth Assembly tahun ini bertemakan “Building the Path of Peace from ASEAN to the World”. IMYA 2014 akan dihadiri oleh 50 peserta dari seluruh Indonesia dan 50 peserta internasional.
“Kawasan ASEAN sangat kaya akan keberagaman baik agama, suku, ras, bahasa dan warna kulit. Seharusnya kita bangga akan hal itu apa lagi tahun 2015 kita akan memasuki ASEAN Community yang dimana negara-negara ASEAN akan menjadi “satu” atau semakin pudarnya “garis-garis” antar negara yang ada di kawasan ASEAN,” kata Pandu, Sabtu, (07/06/2014).
Menurut Pandu, anehnya banyak perpecahan antar negara-negara ASEAN karena perbedaan-perbedaan tersebut. Ia melihat itu semua terjadi karena masih kurangnya informasi, toleransi dan saling menghargai antar masyarakat ASEAN.
“Maka dari itu di IMYA ini akan kami memberikan pemahaman lebih akan indahnya keberagaman di ASEAN. Saya ingin anak muda Indonesia, ASEAN bahkan dunia tidak pasif atau takut dalam membahas isu-isu keberagaman khususnya agama,” jelasnya.
Pandu mengungkapkan, Isu ini memang sensitif tapi bukan untuk dihindari melainkan untuk dibahas bersama-sama agar bisa tumbuh pemahaman yang lebih baik akan pentingnya saling menghormati antar umat beragama dan berkeyakinan. Melalui IMYA 2014, ia berharap makin banyak anak muda yang sadar dan peduli akan pentingnya hidup berdampingan, saling membantu dan menghormati dengan damai tanpa melihat perbedaan identitas seperti agama, suku, ras, dan negara.[]






