Mega Dwi Anggraeni

BANDUNG, KabarKampus – Ratusan mahasiswa UIN Bandung dari berbagai fakultas menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Rektorat UIN Bandung, di Jalan AH Nasution, Bandung, Senin, 09/06/2014). Aksi ini digelar untuk menolak kebijakan jam malam yang telah diberlakukan pihak rektorat sejak tanggal 01 Juni 2014.
Dalam aksinya mahasiswa membawa spanduk yang berisi protes atas kebijakan rektorat tersebut. Selain itu mereka juga melakukan orasi secara bergantian. Mahasiswa menganggap, jam malam telah membelenggu kreatifitas mereka.
Wisma Putra, Koordinator Lapangan, mengatakan aksi yang dilakukan hari ini, adalah aksi ketiga dalam penolakkan jam malam. Minggu lalu, mereka sudah menggelar aksi, tetapi tidak juga mendapat tanggapan dari pihak rektor.
“Hari ini kami menggelar aksi besar-besaran. Tapi kita lihat satu dua hari ke depan, jika tidak ada tanggapan juga dari pihak rektor, makan kami akan menggiring massa yang lebih besar lagi dari hari ini,” tegasnya.
Wisma menyatakan, dengan adanya jam malam banyak mahasiswa yang akan kehilangan jam kreativitasnya. Pasalnya, UKM-UKM lebih banyak dilakukan selepas kuliah hingga pukul 23.00 WIB.
“Saya yang bergabung di buruh tintanya kampus, juga merasa terjepit dengan kondisi ini. Kegiatan redaksional yang biasa dilakukan malam hari, paling banter jam sebelas malam selesai. Tapi sekarang kami hanya bisa beraktivitas sampai jam sembilan malam saja. Anak-anak teater juga begitu, kegiatan mereka biasa dilakukan pada malam hari, tapi sekarang kan selepas jam sembilan, pagar sudah digembok,” ujar Wisma.
Sementara itu, Muhammad Ali Ramdhani, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, mengatakan dia akan menyampaikan aspirasi yang sudah disampaikan oleh massa aksi kepada Rektor UIN Bandung. Dia juga menjanjikan akan segera merapatkan tuntutan para mahasiswa dengan seluruh pemilik kebijakan.
“Sekarang Bapak Rektor kan sedang tidak ada di kampus, beliau sedang menghadiri pelantikan menteri di Jakarta. Saya janji, setelah beliau pulang saya akan menyampaikan semuanya kepada beliau,” katanya.
Dia juga berharap, mahasiswa UIN Bandung bisa lebih sabar dan bijak dalam bertindak. Karena menurutnya, banyak proses yang harus dilewati untuk mengambil sebuah keputusan.[]






