Frino Bariarcianur

JAKARTA, KabarKampus-Wimar Witoelar, salah satu tokoh intelektual Indonesia, tersandung dan terjerembab dalam jagat maya akibat ulahnya sendiri setelah memposting foto rekayasa “Gallery of Rogues..Kebangkitan Bad Guys”. Wimar dikritik habis-habisan dan akhirnya menutup akun twitter dan facebook.
Foto olah digital tersebut memperlihatkan barisan Koalisasi Merah Putih pasangan Capres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, sejumlah ulama dan politikus. Ada foto Ustadz Abu Bakar Baasyir, Aa Gym, ketua Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab, Anis Matta, Aburizal Bakrie, Suryadharma Ali, Menkominfo Tiffatul Sembiring, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan tak ketinggalan Luthfi Hasan Ishaaq ex Presiden PKS.
Di bagian atas terdapat bayangan bergambar mirip tersangka teroris Imam Samudera dan kawan-kawan. Bahkan foto mirip tokoh teroris Osama Bin Laden pun terlihat. Foto mirip Presiden Soeharto yang tengah tersenyum pula disetting berada di bagian atas tengah.
Sementara di bagian bawah tokoh-tokoh tampak sejumlah lambang partai politik dan ormas Islam, diantaranya : PPP, PAN, PKS, Golkar, Gerindra, MUI, FPI dan HTI.
Wimar mengaku ia mendapatkan gambar itu di dunia maya. Lalu foto olah digital dikomentari Wimar dengan “Gallery of Rogues…Kebangkitan Bad Guys” disebar melalui akun twitter dan facebook milik Wimar Witoelar pada hari Minggu lalu (15/06/2014).
Publik kaget. Sontak Wimar mendapatkan berbagai kritikan dan caci maki, sekaligus dukungan.
Foto olah digital tersebut dinilai telah melecehkan umat Islam dan organisasi Islam. Selain itu karena diposting di saat-saat pilpres dinilai telah melakukan kampanye hitam untuk pasangan Prabowo-Hatta. Tim sukses Prabowo-Hatta pula berencana melaporkan kasus ini ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Atas keteledorannya mendeskreditkan sejumlah pihak, Wimar Witoelar meminta maaf. Ia pun menutup akun sosial media twitter dan facebook. Menurut kaka mahasiswa apakah gambar yang diposting Wimar Witoelar termasuk kampanye hitam?[]






