More

    Kata Mahasiswa soal Foto Rekayasa “Gallery of Rogues” Wimar Witoelar

    Ahmad Fauzan Sazli

    Sumber : Akun Twitter Wimar
    Sumber : Akun Twitter Wimar

    JAKARTA, KabarKampus – Wimar Witoelar, salah satu tokoh intelektual Indonesia, dikritik habis-habisan karena ulahnya memposting foto rekayasa “Gallery of Rogues..Kebangkitan Bad Guys”. Foto olah digital tersebut dinilai telah melecehkan umat Islam dan organisasi Islam. Selain itu karena diposting di saat-saat pilpres dinilai telah melakukan kampanye hitam untuk pasangan Prabowo-Hatta.

    Lalu apa kata mahasiswa soal foto “Gallery of Rogues..Kebangkitan Bad Guys” Wimar Witoelar?

    - Advertisement -

    Adnan Kasofi, mahasiswa Universitas Negeri Jakarta  (UNJ) mengatakan, gambar yang telah dipublish oleh Wimar Witoelar mencerminkan perpecahan atau friksi ideologi terkait pancasila. Seolah ada perpecahan antara kubu yang didukung oleh golongan Islam dengan kubu yang ada pada golongan nasionalis.

    “Adanya friksi ideologi dan pengerusan nilai-nilai pada gambar tersebut dapat memancing konflik horizontal pada kondisi bangsa hari ini,” kata Adnan.

    Sebagai seorang muslim, Adnan mengingatkan kepada Wimar Witoelar, agar tidak mengidentikkan tokoh Islam dengan teroris yang ada pada gambar karena sangat menyinggung sejumah golongan.

    Sedangkan Khairy Fuady, mahasiswa Universitas Islam Negri Jakarta (UIN Jakarta) mengatakan, foto “Galery of Rogues” yang dipublis Wimar Witoelar adalah foto yang bernuansa melecehkan Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA) dan tidak Ilmiah. “Apa coba tujuannya mengasosiasi Prabowo Hatta dengan ormas Islam? Ada tokoh-tokoh terkenal yang mendapat stigmatisasi teroris pula,” kata Khairy.

    Khairy menjelaskan, kalau ditarik dengan euforia kampanye, ini merupakan black campaign. Dan kalau ini tujuannya untuk membuat khlayak menjadi underestimate kepada Prabowo Hatta, ia merasa agitasi tersebut tidak mengena, bahkan akan cenderung jadi bumerang.

    Sementara itu, Muhammad Alfi Syahrin, mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Bandung (UPI Bandung) mengatakan, gambar yang diposting oleh Wimar Witoelar yang menyandingkan Prabowo dengan para tokoh Islam dan orang yang dianggap teroris memperlihatkan bentuk rasis dan  menyudutkan kelompok tertentu. Seharusnya, tokoh sekaliber Wimar, membuat gambar yang lebih hati-hati, bukan yang mengarah pada adu domba.

    “Kami sebagai mahasiswa sangat menyayangkan sekali apa yang di lakukan Wimar,” jelas Alfi.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here