
JAKARTA, KabarKampus – Sekitar 100 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) memblokir jalan Diponegoro Salemba, Jakarta, Rabu, (03/12/2014). Aksi ini merupakan bentuk solidaritas mahasiswa atas meninggalnya Muhammad Arif, warga Makassar saat saat terjadi bentrok antara polisi dan mahasiswa di depan kampus UMI, 27 November 2014 lalu.
Aksi ini dimulai dengan longmarch dari Tugu Proklamasi di jalan Proklamasi hingga Jalan Diponegoro di depan kantor LBH Jakarta. Mahasiswa kemudian langsung memblokir jalan Diponegoro dan hanya memberikan sedikit jalan untuk kendaraan.
Roby, aktivis Semar UI mengatakan, aksi protes kenaikkan harga BBM telah memakan korban jiiwa. Muhammad Arif, warga yang bergabung dengan mahasiswa dalam aksi menolak kenaikkan BBM kehilangan nyawanya akibat tindakan refresif aparat.
“Perlawanan yang dilakukan M Arif adalah tindakan yang benar. Ia melawan kebijakan yang menindas rakyat,” jelas Roby.
Oleh karena itu, menurut Roby, Arif layak disandingkan dengan orang-orang yang gugur dalam memperjuangakan kebenaran. Dan sebagai mahasiswa, mereka akan meneruskan cita-cita Arif, yakni, menolak kenaikkan BBM.
Aksi blokir jalan ini sendiri berlangsung dari pukul 16.00 WIB. Dalam aksinya mahasiswa melakukan orasi secara bergantian dan membakar ban di jalan. Hingga akhirnya mahasiswa dipukul mundur oleh aparat Kepolisian ke dalam kampus Universitas Bung Karno yang tak jauh dari lokasi aksi pada pukul 20.00 WIB.
Adapun aktivis AMI ini terdiri dari mahasiswa dari sejumlah organisasi yakni SEMAR UI, Formasi IISIP, Kanita IISIP, Kanita IISIP, LMND IISIP, KBM UBK, UP, Unas, Uhamka, BEM FRI Paramadina, YAI, UIN, Pakuan, Kepresma Trisakti, LEM APP, Unisma, BEM Untirta, BEM FTI Gunadarma, FIS Mercubuana, KAMTRI, AMPERA (UKI, Jayabaya, dan Jayakarta), LMND, Pembebasan, Formad, FMN, SMI, dan KP FMK.[]
[]






