
JAKARTA, KabarKampus – Lebih dari 100 pelajar dari berbagai belahan dunia akan mengikuti ajang International Festival of Language and Culture (IFLC) 2015. Kegiatan yang baru pertamakali digelar di Indonesia ini akan digelar di Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada hari Sabtu 11 April 2015 Pukul 13.30 -15.30 WIB.
IFLC merupakan satu rangkaian festival bahasa dan budaya yang telah diselenggarakan selama 12 tahun di berbagai negara dan diikuti oleh 145 negara dengan lebih dari 2000 pelajar sebagai peserta. Ajang ini menjadi sebuah ajang pertemuan seni budaya dari berbagai negara.
Sejumlah negara yang akan hadir dalam IFLC di Indonesia yaitu Jerman, Albania, Australia, Filipina, Kamboja, Kazakstan, Malaysia, Tunisia, Ukrainan, Georgia, Maldives, Maroko, Nepal, Mongolia, Georgia, Ethiopia, Yordania, Kamboja serta Indonesia sebagai tuan rumah. Di ajang ini mereka akan tampil dengan budaya dan bahasanya masing-masing.
Menurut Prof Didik J. Rachbini, Presiden IFLC mengatakan, IFLC dirangkai dalam bentuk festival kreasi seni budaya. Kegiatan ini digelar untuk mendorong ekplorasi pembelajaran, dan pertukaran informasi budaya antar bangsa guna mendukung perdamaian duna, persahabatan dan sikap saling memahami.
“Salah satu tujuan IFLC adalah untuk mendukung dan menggaungkan nilai persahabatan dan dialog diantara para pelajar atau generasi muda dari berbagai latar belakang budaya,” ungkap Prof Dikdik yang juga Ketua Yayasan Universitas Paramadina ini.
Menurutnya, dalam IFLC para peserta mereka ajak untuk terlibat berinteraksi dengan para pengunjung, membangun ikatan persahabatan yang kuat. Sehingga diharapkan memberi kontribusi bagi perdamaian dunia.
Adapun menurut Husein, Ketua acara IFLC mengatakan para peserta ajang ini akan tampil dengan tarian dan nyanyian dari negaranya masing-masing. Seperti Indonesia dalam IFLC ini Indonesia akan menampilkan tari salman, angklung, dan sebagainya.
Penyelenggaran IFLC sendiri merupakan hasil kerjasama antara Universitas Paramadina, PASIAD Indonesia, Yayasan Yenbu Indonesia dengan dukungan Kemendikbud serta Dina Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta. Acara ini tidak dipungut biaya alias gratis.[]






