More

    Sekda Jabar Dorong Stikes A Yani Go Internasional

    Civitas Stikes A Yani menyerahkan plakat kepada Dr. H. Iwa Karniwa, Sekretaris daerah Provinsi Jawa Barat (tengah) usai menjadi pembicara dalam Seminar Kesehatan Nasional di Soreang, Minggu, (16/12/2018). Foto. Fauzan

    BANDUNG, KabarKampusDr. H. Iwa Karniwa, Sekretaris daerah Provinsi Jawa Barat (Sekda Jabar) mendorong Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jenderal Ahmad Yani (Stikes A Yani) untuk menjadi Sekolah Tinggi berstandar internasional. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mengadopsi standar pendidikan kesehatan di Jepang.

    “Untuk meningkatkan daya saing di bidang kesehatan, dalam proses belajar mengajar, kurikulum harus sesuai yang dibutuhkan. Artinya harus mendekati standar internasional,” kata Iwa usai mengisi Seminar Kesehatan Nasional bertajuk “Peningkatan Kualitas Tenaga Kesehatan Masyarakat Dalam Pemanfaatan Teknologi di Era Transformasi Digital di Gedung Sabilulungan, Soreang, Minggu, (16/12/2018).

    Menurut Iwa untuk bisa bersaing secara global, Pendidikan Tinggi harus menang dahulu di dalam negeri. Kemudian bila sudah menang, standar luar negeri harus dicapai dengan proses belajar mengajar yang baik.

    - Advertisement -

    Oleh karena itu, pria lulusan STAN ini mengharapkan Stikes Ahmad Yani dapat bekerjasama dengan Jepang dan mengadobsi pendidikan kesehatannya. Sehingga pendidikan di Stikes Ahmad Yani memiliki standar global.

    “Dengan demikian perlu ada network atau kerjasama dengan semua pihak. Temen-temen nanti bisa memasukkan mata kuliah tambahan budaya Jepang dan belajar bagaimana standar kesehatan di sana,” terang Iwa.

    Bagi Iwa, mengadobsi standar pendidikan di Jepang mungkin berat bagi siswa. Namun melalui cara inilah pendidikan bisa memiliki standar global.

    Cuma yang jelas, kata Iwa, pegawai dari Indonesia dinilai baik, sabar dan telaten di Jepang. Menurut Iwa ini adalah peluang bagi tenaga kesehatan Indonesia dapat bekerja di Jepang, karena pada umumnya di sana gajinya besar.

    “Sehingga saya ingin ke depan, kita mengekspor keahlian atau tenaga profesional ke sana,” tambah Iwa.

    Iwa mengaku optimis dengan tenaga kesehatan Indonesia. Baginya orang Indonesia itu banyak yang pintar. Hanya saja kurikulumnya harus dikemas lagi.

    “Dan harus dipastikan nanti, kalau Stikes Ahmad Yani memiliki peluang itu, Stikes A Yani akan go internasional,” jelasnya.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here