More

    Mahasiswa Telkom University Bersinar lewat Innovillage dan Tel-U Run 2026

    Tim Telkom University Purwokerto di ajang Innovillage 2025. (Foto: telkomuniversity.ac.id)

    PURWOKERTO, KabarKampus – Telkom University Purwokerto kembali menorehkan capaian positif melalui ajang Innovillage 2025. Dua tim andalannya, yakni Tim Solvia dan Tim Simonting, berhasil menembus jajaran Top 50 kompetisi inovasi tersebut. Keberhasilan ini menjadi bukti kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

    Salah satu tim yang mencuri perhatian adalah Tim Solvia melalui inovasi alat pengayak gula kelapa semi otomatis. Perangkat ini menggabungkan teknologi Internet of Things (IoT) dengan pemanfaatan energi panel surya, sehingga mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus mendukung penggunaan energi ramah lingkungan.

    Gagasan tersebut berangkat dari temuan di lapangan terkait proses pengayakan gula kelapa yang masih dilakukan secara manual. Metode tradisional ini dinilai kurang efisien karena memakan waktu lama, membutuhkan tenaga besar, serta menghasilkan kualitas yang tidak selalu seragam.

    - Advertisement -

    “Untuk mengayak 10 kg gula saja bisa memakan waktu berjam-jam. Dari situ kami berpikir bagaimana teknologi bisa membantu agar prosesnya lebih cepat, hasilnya lebih konsisten, dan pengrajin tidak kelelahan,” ungkap Farhat seperti dikutip dari Tribun Jateng News.

    Tim Solvia sendiri terbentuk dari kolaborasi mahasiswa yang memiliki minat serupa dalam bidang inovasi teknologi. Mereka membagi peran secara sistematis, mulai dari perancangan alat, pengembangan sistem IoT, integrasi energi terbarukan, hingga pendampingan mitra di lapangan.

    Proses tersebut dilalui melalui tahapan riset, penyusunan proposal, hingga seleksi kompetisi. Melalui inovasi ini, tim berharap dapat membantu para pengrajin gula kelapa meningkatkan produktivitas serta menjaga kualitas hasil produksi. 

    Selain itu, penggunaan teknologi yang terintegrasi juga membuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha kecil. Dalam proses pengembangannya, tim menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam menyesuaikan desain teknologi dengan kondisi riil di lapangan serta mengintegrasikan sistem mekanik dan digital. 

    Meski demikian, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting dalam hal adaptasi dan kerja tim. “Keberhasilan kami mencapai Top 50 Innovillage 2025 menjadi langkah awal untuk terus mengembangkan inovasi Solvia. Ke depan, kami berharap Solvia dapat direplikasi ke lebih banyak kelompok pengrajin serta dilengkapi dengan fitur monitoring yang lebih komprehensif. Kami juga ingin mengajak mahasiswa lain untuk berani memulai dari permasalahan sederhana di sekitar, karena solusi yang berdampak besar sering kali berawal dari kebutuhan nyata masyarakat,” ujar Farhat.

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here