
MANIPOL, band indie bergenre Alternative Rock yang terbentuk 8 tahun lalu di Bekasi. Beranggotakan Martin (Vokal, Guitar), Denny (Bass) dan Agung (Gitar, Back Vocal). Di tahun 2024, band yang dulu bernama Mexican Seafood ini bergabung di Heavy Rain Records, sebuah label independen yang juga menaungi The Rain dan Private Number. Dan dengan kesepakatan bersama akhirnya mereka memutuskan untuk berganti nama menjadi MANIPOL.
“Nama Manipol sendiri tercetus begitu aja. Diambil dari spare part motor yang namanya ‘manifold’. Sebenarnya enggak ada arti apa-apa, cuma gue merasa nama itu cukup catchy dan setau gue ‘manifold’ itu adalah salah satu komponen penting dalam mesin kendaraan bermotor”, jelas Martin tentang nama band ini.
Setelah merilis 3 single sebelumnya yaitu ‘Alasan Kosong’, ‘Agitasi’ dan ‘Hukum Alam’. Manipol resmi merilis album EP pertama mereka yang diberi judul “Maximize the Minimum”. Album ini merupakan pembuktian buat Manipol bahwa mereka berhasil merampungkan seluruh lagu di dalamnya dengan segala keterbatasan.
“Ini tentang memaksimalkan segala bentuk kekurangan. EP ini sebenarnya menceritakan apa yang kita alami bersama dalam bermusik dari segala kekurangan, keterbatasan dan waktu. Tapi kita yakin bisa melewati bersama dan menciptakan karya apapun caranya. Agar semua karya kami ini bisa rampung menjadi sebuah mini album. Intinya kami memaksimalkan segala keminimalisan,” ujar Martin, sang vokalis yang juga menulis seluruh lagu di album ini.
“Bagi kami enggak ada yang nggak mungkin, tetap yakin dan berjuang bareng. Intinya selagi masih bersenang-senang di musik, gas terus ajah,” tambah Denny.
Keraguan dan keputus-asaan sempat melanda Manipol setelah merilis single ke-3 pada tahun 2025 lalu yaitu “Hukum Alam’, mereka sempat mengalami stuck dan memutuskan break sejenak. Namun mereka teringat pernah bertekad untuk membuat mini album atau EP untuk melengkapi 3 lagu yang sudah rilis sebelumnya.
“Sebelumnya Manipol sudah merampungkan 6 materi recording, hanya saja belum dimixing dan mastering. Biasalah karena keterbatasan dana dan waktu. Lalu kami bertiga kumpul bareng untuk menentukan materi mana saja yang cocok untuk dimasukan kedalam EP tersebut”, ungkap Agung.
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






