
JAKARTA, KabarKampus – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) siap membuka Politeknik Pekerjaan Umum (Politeknik PU) pada tahun 2019. Dalam penyelenggaraannya, Kementerian PUPR bekerjasama dengan Universitas Diponegoro (Undip).
Pendirian Politeknik PU ini telah mendapat izin Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Rencananya bakal didirikan di Semarang, Jawa Tengah.
“Pengajuan pendirian Politeknik PU ini merupakan langkah yang bagus untuk mensuplai tenaga kerja yang berkompeten khususnya bidang konstruksi,” kata M. Nasir dalam acara Penyerahkan izin Prinsip Pendirian Politeknik PU kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Jakarta, Ruang Serba Guna Gedung Kementerian PUPR, Jakarta seperti keterangan pers yang disampaikan Ristek Dikti, ( 27/12/2018).
Lulusannya diharapkan tidak cukup memiliki ijazah, namun harus mendapat sertifikat kompetensi. Selain itu juga dapat mengisi kebutuhan tenaga kerja terampil di bidang pekerjaan umum dan konstruksi di Indonesia yang saat ini jumlahnya sangat terbatas.
Sementara itu, Menteri Basuki mengatakan, untuk tahap awal, Politeknik PU akan memiliki 3 Program Studi yakni Teknologi Konstruksi Bangunan Air, Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung, dan Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan. Mahasiswanya berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian PUPR, tenaga kerja konstruksi dan dari jalur umum.
“Kami bekerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Selain itu kami juga bekerja sama dengan IHE Delft Belanda untuk penyusunan kurikulum dan tengah menjajaki kerjasama dengan Pemerintah Jepang dalam penyediaan laboratorium,” kata Menteri Basuki.
Tahun 2019 akan dimulai penerimaan mahasiswa sebanyak 50 orang setiap jurusan sehingga total 150 orang. Lokasi kampus Politeknik Semarang akan menggunakan Balai Ujicoba Sistem Diklat Perumahan dan Permukiman di Tembalang, Semarang.
Lolly Martina Martief dalam laporannya menambahkan, Politeknik PU memiliki keunggulan dibandingkan dengan Politeknik lainnya. Diantaranya adalah lulusan akan mendapatkan sertifikasi profesi level terampil, kompetensi lulusan sesuai kebutuhkan di lapangan, terdapat Kurikulum Mata kuliah khusus seperti Green Contruction, Preservasi Jalan dan Jembatan, Pengenalan Teknologi Maju, Mitigasi Keadaan Darurat (bencana), Drainasi dan Pengendalian Banjir, Peraturan Perundangan), dan keterlibatan industri konstruksi.[]







Penjelasannya sangat lengkap sekali , trimakasih