
Bandung-Kabarkampus. Capres Paslon 01 Pemilu 2019, petahana Joko Widodo, yang didampingi oleh Ketua TKN Nasional Jokowi-Amin, Erick Tohir, serta anggota TKN lain, seperti Moeldoko, Maman Immanul Haq, dan Abdul Kadir Karding, menghadiri acara deklarasi dukungan Alumni Jabar Ngahiji di Monumen Perjuangan Rakyat, pada Minggu 10/3 hari ini.
Meski cuaca sedikit mendung, ribuan orang yang telah menunggunya sejak pagi memberi sambutan meriah saat Jokowi dan rombongan tiba di tempat acara. Lagu Halo-halo Bandung dan Indonesia raya serentak berkumandang, disusul dengan keriuhan sahutan silih berganti yang mengelu-elukan Jokowi.
Berdiri menghadap Jokowi di atas panggung, delapan orang dari perwakilan Alumni Jabar Ngahiji kemudian melakukan Deklarasi: “Kami rakyat Jabar Ngahiji yang terdiri dari alumni perguruan tinggi, SMA, Relawan, Komunitas dan mayarakat Jabar, meneguhkan tekad untuk memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Maruf Amin pada Pilpres 2019.
Menyambut deklarasi Alumni Jabar Ngahiji, Jokowi lantas mengucapkan terimakasih dan menyatakan komitmennya untuk menjaga kepercayaan semua pendukung dengan menjalankan pemerintahan yang berpihak pada rakyat dan bangsa.
Kemudian, sepanjang orasinya Jokowi kembali membicarakan berbagai isu, dari mulai KIP Kuliah, hoax dan fitnah, program peningkatan SDM pada periode kedua pemerintahannya jika kembali terpilih, hingga pengalamannya dalam menjalankan roda pemerintahan.
Jokowi menjelaskan latar belakang program KIP Kuliah adalah karena pemerintah menginginkan lebih banyak generasi muda yang terkendala oleh tetap bisa kuliah.
“Kita lakukan karena saya merasakan sendiri mau sekolah sulit, mau kuliah makin sulit. Sekarang ini kita desain dan akan dikeluarkan tahun depan. Tidak untuk dalam negeri saja tapi juga bisa untuk ke luar negeri,” kata Jokowi.
Menyinggung topik hoax dan fitnah yang saat ini tidak lagi hanya beredar di media sosial, namun juga telah door to door, Jokowi lantas mengajak semua alumni Jabar Ngahiji untuk berani dan aktif melawannya.
“Sekarang sembilan juta orang masih percaya. Kalau kita tidak melawan bisa jadi 15 juta, 20, 30 juta. Harus kita lawan ini. Lawan. Jangan diam. Sebagai intelektual kita jangan diam (kalau) ada proses-proses demokrasi yang tidak betul seperti itu,” kata Jokowi.
Kemudian, saat berbicara mengenai pengalamannya memimpin pemerintahan, Jokowi mengatakan bahwa mengelola negara sebesar Indonesia sama sekali tidak mudah. Namun pengalaman sebagai walikota dan gubernur sebelum menjadi Presiden membuatnya bisa banyak belajar dari bawah.
“Kita negara besar, penduduknya 260 juta jiwa. Kita sadar mengelola negara sebesar Indonesia tidak mudah. Saya sangat beruntung sekali diberikan, dimudahkan oleh Allah punya pengalaman dari bawah,” kata Jokowi.
Dimintai tanggapannya saat acara deklarasi yang tengah berlangsung, Furqan AMC, Sekjend Alumni SMA Bandung Ngahiji yang kami temui di tempat acara merasa bersyukur karena banyaknya masa yang hadir. Furqan juga berharap dukungan dan sambutan ribuan masyarakat Jabar untuk Jokowi di Monumen Perjuangan hari ini dapat meraih simpati para voter yang masih menjadi swing voter maupun undecided voter.
“Yang hadir sungguh luar biasa. Kita bisa lihat dan rasakan sendiri besarnya energy di tempat ini. Mudah-mudahan ini dapat dilihat mereka yang belum menentukan pilihan atau masih ragu-ragu mau pilih siapa. Jokowi adalah sosok dan kandidat terbaik untuk kembali memimpin Indonesia. Dia telah punya semua pengalaman mengelola pemerintahan dari mulai bawah.Istimewanya, di tingkat manapun dia memerintah, rekam jejaknya selalu fenomenal,” ujar Furqan.[]






