
JAKARTA, KabarKampus – Lebih dari 3 Juta orang menuntut keadilan bagi AU, siswa SMP di Pontianak, Kalimantan Barat. Penggalangan dukungan terhadap AU tersebut dimuat di laman petisi change.org dan hingga pukul 20.00 WIB malam ini, Rabu, (10/04/2019) dukungan ini telah mencapai 3.414.352 dukungan.
Fachira Anindy, pembuat petisi mengatakan, melalui petisi tersebut, ia meminta agar Kepolisian Daerah Kalimantan Barat mengusut pelaku pengeroyokan secara adil. Agar korban mendapatkan keadilan dan kasus serupa tidak terjadi lagi.
Pengeroyokan terhadap AU sebelumnya terjadi dua pekan lalu pada Jumat, (29/03/2019). Dalam peristiwa tersebut, korban dibully, dijambak rambutnya, kepalanya dibentukan ke aspal, perutnya diinjak hingga wajahnya ditendang. Tak hanya itu salah satu pelaku juga mencoba merusak kemaluan korban dengan cara mencoloknya dan mengakibatkan pendarahan dan pembengkakan di area kewanitaan korban.
Saat ini korban dirawat di rumah sakit. Korban juga masih mengalami trauma dan depresi berat.
Nadya Arisca salah satu pemberi dukungan mengatakan, korban seharusnya lebih dipikirkan bagaimana keadaan mentalnya untuk ke depan. Dengan kejadian seperti ini, bukan tidak mungkin korban mengalami trauma, kecemasan, bahkan depresi yang juga dapat memengaruhi masa depannya.
“Pelaku sendiri di sini saya lihat masih saja membuat status di instagram story sebagai bentuk pembelaan dan terkesan tidak mau disalahkan,” ungkapnya di kolom komentar change.org.
Selanjutnya Tri Ambarwati juga mengatakan, masa depan korban lebih penting daripada pelaku. Pelaku seperti itu tidak berhak menikmati masa depan. Mereka bukan hanya menyakiti secara fisik tapi mental korban. Belum lagi alat reproduksi korban.
“Mikir atuh kesel bgt gua pengen ngomong kasar gabisa,” ungkap Tri.






