More

    Mudahkan Perolahan Data Kesehatan, Komunitas Dokter UI Buat Situs Mata-data

    DEPOK, KabarKampus – Bagi para pemangku kepentingan di dunia kesehatan saat ini tak perlu lagi kesulitan dalam saat mencari data terkait data kesehatan di wilayah Indonesia? Sebab semuanya telah tersedia di situs www.mata-data.com, yang dapat membantu memperoleh data mulai dari prevalensi Penyakit Menular DBD, Malaria, hingga Filariasis.

    Penggagasnya adalah dr. Rodri Tanoto, MSc, dr. Levina Chandra Khoe, MSc, dan Dr. dr. Retno Asti Werdhani, M.Epid. Mereka tergabung dalam Tim Pengabdi Masyarakat dari Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).

    Situs web www.mata-data.com merupakan sebuah inovasi penyajian data kesehatan nasional dalam bentuk visualisasi data interaktif. Dengan membuka situs tersebut, maka ragam data kesehatan di Indonesia – yang pada awalnya dalam bentuk tabel raksasa yang sulit dipahami – akan menjadi lebih mudah dimengerti, sehingga pihak yang berkepentingan terhadap dunia kesehatan dapat membuat keputusan yang terinformasi. Selain itu, diharapkan masyarakat dapat secara mandiri mencari informasi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

    - Advertisement -

    Situs web ini menampilkan data yang spesifik dari Indonesia dan terbagi dalam provinsi-provinsi. Adapun data yang ditampilkan diantaranya Status Gizi, Penyakit Menular, Penyakit Tidak Menular, Jumlah Perokok Setiap hari, Kesehatan Ibu, dan lain sebagainya.

    Selain itu, data ditampilkan dalam bentuk visual yang mudah dipahami serta dapat ditelurusi di setiap wilayah/propinsi yang ada di Indonesia. Sumber data diperoleh dari institusi terpercaya, yaitu Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan, dan Badan Pusat Statistik. Data tersebut merupakan hasil survei nasional yang dilaksanakan di tahun-tahun tertentu.

    “Gagasan utama kami adalah agar bukti-bukti penelitian kesehatan yang tersedia dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ungkap dr.Rodri.

    Menurutnya, selama ini hasil penelitian hanya tersimpan di dalam komputer atau lemari, tetapi tidak tersampaikan kepada masyarakat yang menjadi penerima manfaat. Hal itu menurutnya, karena  ada proses komunikasi yang terputus antara pelaku peneliti dengan penerima manfaat.

    “Karena itu visualisasi data ini diharapkan dapat menjembatani komunikasi tersebut. Data yang ditampilkan dalam grafik atau skema peta dapat lebih mudah dipahami oleh masyarakat dan menjadi metode yang sesuai untuk menyajikan “cerita kesehatan” kepada berbagai kelompok,” ungkapnya.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here