More

    Ketua Stikes A Yani : Profesi Perawat Adalah Pekerjaan Ibadah

    Gunawan Irianto, dr., M.Kes., Ketua Stikes A Yani melepas mahasiswa Stikes yang akan praktek lapangan di Aula Fisip Unjani, Senin, (23/04/2019). Dok. KaKa

    BANDUNG, KabarKampus – Sivitas akademika Sekolah Tinggi Jenderal Ahmad Yani (Stikes A Yani) berkomitmen untuk menjadikan mahasiswa sebagai tenaga profesional. Tak sekedar profesional, mereka juga mendorong mahasiswanya memiliki nilai religius.

    Hal ini disampaikan Gunawan Irianto, dr., M.Kes., Ketua Stikes A Yani saat memberikan sambutan dalam kegiatan “Angkat Janji” mahasiswa Stikes A Yani di Aula Fisip Unjani, Cimahi, Senin, (23/04/2019). Angkat Janji ini diikuti oleh sebanyak 362 mahasiswa semester awal yang akan praktek lapangan di Rumah Sakit di kawasan Cimahi.

    “Kenapa religi, karena religi merupakan tulang punggung atau rohnya  seorang perawat,” ungkap Gunawan.

    - Advertisement -

    Gunawan mengatakan,  tenaga perawat merupakan profesi pengabdian. Mereka tidak hanya membantu masyarakat, namun juga beribadah. Di sana terdapat dua manfaat yaitu, dunia dan akhirat.

    “Ilmu kalian kelak merupakan sesuatu yang sangat berguna, baik habluminallah maupun habluminannas. Oleh karena itu nilai religusitas adalah sesuatu yang penting ketika kalian mengerjakan praktek akademik di Rumah Sakit atau Puskesmas,” terang Gunawan berpesan kepada mahasiswa.

    Oleh karena itu, menurut Gunawan, Angkat Janji bagi mahasiswa merupakan salah satu yang sakral. Karena akan menjadi pegangan bagi mahasiswa yang akan praktek di lapangan, bertemu pasien, masyarakat dan sebagainya.

    “Jadi pengetahuan tentang apa yang harus dikerjakan baik berupa Undang-undang, Peraturan Penteri terkait profesi Keperawatan dan Kebidanan, etika dan lain lain, harus kalian taati,” terangnya.

    Selain itu, tambah Gunawan, sebagai mahasiswa Keperawatan atau Kebidanan, mahasiswa harus bangga, tidak semua profesi memiliki angkat janji. Kemudian profesi ini bersentuhan langsung dengan manusia.

    Dalam kesempatan itu juga, Gunawan berpesan dalam menyiapkan diri di dunia medis, mahasiswa agar memiliki kemapuan soft skill selain kemampuan profesi. Terutama soft skill komunikasi.

    “Komunikasi adalah tulang punggung soft skill. Komunikasi tidak hanya bagaimana kalian berucap, namun juga pemilihan kalimat, intonasi, bahasa tubuh, dan mimik, semua itu adalah bagian dari komunikasi. Kemampaun tersebut harus kalian asah dari sekarang,” tutur Gunawan.

    Kemudian lanjut Gunawan, ketika berhadapan dengan pasien, baik orang sakit, ibu hamil, masyarakat, balita, peserta KB, dan sebagainya, hormati mereka seperti menghormati guru-guru di kelas. Tanpa orang-orang tersebut tenaga medis, hanya membaca buku.

    Para mahasiswa akan praktek lapangan ini berasal dari Prodi S1 Keperawatan sebanyak 155 mahasiswa, Prodi D3 Kebidanan sebanyak 85 mahasiswa, dan Prodi D3 Keperawatan sebanyak 122 mahasiswa. Mereka nantinya disebar ke sejumlah Rumah Sakit dan Puskesmas di kawasan Cimahi, Jawa Barat.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here