
BANDUNG, KabarKampus – Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Konsolidasi mahasiswa Universitas Padjajaran (Unpad) mendatangi Kantor DPRD Provinsi Jawa Barat, Selasa, (30/04/2019). Dalam aksi ini, mahasiswa meminta agar partai politik tidak mempertajam perpecahan di masyarakat dalam pemilu 2019
Selama berlangsungnya aksi mahasiswa berorasi secara bergantian. Mereka juga sempat memblokir jalan dan membakar ban, karena anggota DPRD Jabar tak kunjung menemui mereka.
Farid, Korlap aksi mengatakan, partai politik telah gagal dalam memberikan pandidikan politik kepada masyarakat pada Pemilu 2019. Partai politik yang seharusnya memberikan edukasi kepada masyarakat terkait Pemilu, namun fungsi tersebut tidak dijalankan oleh seluruh partai politik.
“Tidak bisa dipungkiri bahwa perpecahan yang terjadi di masyarakat sangat tajam. Peran Partai Politik sangat diperlukan untuk merekontruksi pikiran masyarakat demi meminimalisi disitegrasi bangsa,” kata Farid.
Sementara itu Gory, salah satu perwakilan mahasiswa mengatakan, kehadiran mereka ke DPRD Jabar sekaligus ingin mengklarifikasi, apakah anggota DPR yang merupakan anggota Partai Politik tersebut bertanggung jawab terkait perpecahan di masyarakat. Apakah mereka benar-benar telah mengedukasi masyarakat.
“Kami sadari masalah sosial di masyarakat saat ini karena kelakukan elit di sana,” ungkap Gory.
Bagi Gory, pemahaman publik dalam memandang isu politk, karena tidak diberikan ilmu politik. Sehingga mereka menyebarkan isu kebencian hoax dan sebagainya.
“Itu salah siapa? Salah partai politik!” tegas Gory.
Dalam aksi ini mahasiswa sempat ditemui salah satu anggota Yusuf, DPRD Jabar dari Fraksi PPP. Yusuf menyampaikan kepada mahasiswa, mungkin perpecahan yang terjadi karena partai politik.
“Namun berkenaan dengan edukasi bukan dijalankan oleh kami partai politik. Memang ada anggarannya sebanyak 18 Milyar , namun bukan partai politik yang melaksanakannya,” jelasnya kepada mahasiswa.
Namun mahasiswa tak puas dengan pernyataan Yusuf. Apalagi Yusuf hanya mewakili satu partai politik. Mahasiswa dalam kesempatan tersebut berjanji akan datang kembali ke gedung DPRD untuk menuntut Partai Politik tidak mempertajam perpecahan di Masyarakat.
Sebelumnya para mahasiswa ini mendatangi Panwaslu dan KPU. Mereka memprotes penyelenggaraan Pemilu yang banyak terjadi kecurangan serta banyak korban jiwa melayang.






