More

    Memilih Jurusan dengan Tepat Lewat Tallent Mapping

    Ressy Rizky Utari

    Kegiatan bimbingan praktisi tallent mapping bersama Furqan AMC, Direktur KabarKampus di Café KaKa, Jalan Tirtayasa, Bandung, Jumat, (03/05/2019).

    BANDUNG, KabarKampus – KabarKampus bersama Future Club mengelar Program Assasment Tallents kepada para siswa SMA di Bandung. Program ini digelar agar para siswa tidak salah menentukan jurusan perkuliahan.

    Peserta pertama tallents mapping adalah lima siswa dari SMA Semi Palar, Bandung. Sebelum assasment dilakukan, para peserta mengikuti bimbingan praktisi tallents mapping bersama Furqan AMC, Direktur KabarKampus di Café KaKa, Jalan Tirtayasa, Bandung, Jumat, (03/05/2019)

    - Advertisement -

    Furqan mengatakan, program ini penting diiikuti para pelajar agar memudahkan mereka memilih jurusan saat kuliah. Sehingga ketika bisa memetakan jurusan yang diinginkan, hidup bisa lebih terarah.

    “Hidup kan cuma sekali, jika salah memilih, maka bisa salah jurusan seumur hidup,” terang alumnus Psikologi Unisba ini.

    Furqan melanjutkan, menurut hasil penelitian CEO Aku Pintar, Lutvianto Pebri Handoko, 87 persen mahasiswa di Indonesia salah memilih jurusan. Tentunya, ketika mereka mengalami hal itu, akan membuat banyak waktu terbuang.

    “Terbuang, karena harus banyak melakukan proses adaptasi. Potensi diri juga tidak berkembang hingga tidak berdaya secara maksimum. Akhirnya bisa berakibat tidak optimal dalam berkarir atau apapun,” tambahnya.

    Sementara itu, Cecilia Btari, peserta kegiatan mengatakan, lewat kegiatan ini ia berharap dapat lebih yakin lagi dalam memilih jurusan di perkuliahan. Sehingga dapat menemukan jurusan yang pas dan tidak buang-buang waktu dan uang.

    Kemudian Fidelis Chivalry mengatakan, hal ini penting dilakukan karena menjadi kritik terhadap sistem pendidikan di Indonesia. Pendidikan Indonesia masih menggunakan proses penilaian yang setara seperti UN.

    “Kalau misalkan ada tambahan penilaian dalam minat dan kekuatan lain seperti yang tadi dijelaskan bisa lebih baik lagi dan mendukung proses belajar anak,” terangnya.

    Bagi Furqan, program ini tidak hanya sampai disini. Peserta, dapat mengikuti organisasi untuk melatih soft skill. Salah satunya di organisasi future club, yang dapat menjadi tempat berlatih public speaking, leadership dan menejamen.

    “Harus punya soft skill, 80 peresen orang sukses justru karena itu,” tandasnya.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here