More

    Akhir Pemilu 2019 di Mata Mahasiswa dan Freelancer

    Randy Aprialdi

    Suasana perhitungan suara di TPS 13 Kelurahan Caringin, Bandung Kulon, Kota Bandung. Dok. Fauzan

    BANDUNG, KabarKampus – Terpilihnya presiden baru, tentu akan memunculkan berbagai harapan baru bagi beberapa kalangan masyarakat di Indonesia. Salah satunya dari seorang pekerja freelance di Kota Bandung bernama Ryan Ramadhan. “Tidak ada rakyat yang kelaparan. Sejahtera aja ke rakyatnya gitu. Mau yang paling bawah, sampai ke yang paling atas,” ujar pegiat kreatif visual di Kota Bandung ini.

    Begitu pun dengan Riesta Rinanda yang berharap jika presiden bisa memberikan lapangan pekerjaan sebesar-besarnya. “Semoga presiden baru yang terpilih bisa membenahi sistem di perusahaan BUMN atau PNS gitu (sistem nepotismenya). Soalnya kasihan yang berpotensi ga punya orang dalam jadi susah,” imbuh mahasiswi Fakultas Komunikasi ini.

    - Advertisement -

    Harapan-harapan mereka akan diberikan kepada pasangan Joko Widodo (Jokowi) – Ma’ruf Amin sebagai pemenang yang diumumkan dari hasil rekapitulasi nasional pemilihan presiden oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pengumuman itu dikeluarkan pada dini hari tadi, Selasa (21/5) sesudah KPU menyelesaikan seluruh rekapitulasi 34 provinsi dan 130 PPLN.

    Jokowi – Ma’ruf mengalahkan pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno. Menurut KPU, jumlah suara sah nasional tercatat 154.257.601. Jumlah suara sah pasangan capres – cawapres nomor urut 01 Jokowi – Ma’ruf mencapai 85.607.362 atau 55,50 persen dari total suara sah nasional. Jumlah suara sah pasangan Prabowo – Sandiaga adalah 68.650.239 suara atau 44,50 persen dari total suara sah nasional.

    Adapun penetapan presiden dan wakil presiden terpilih akan dilakukan tiga hari sesudah pengumuman hasil rekapitulasi ini guna memberikan kesempatan kepada pasangan calon atau partai politik yang mengajukan sengketa ke Makhamah Konstitusi (MK). Seandainya tidak ada gugatan selama tiga hari ke depan, maka KPU akan menetapkan presiden dan wakitl presiden terpilih.

    Tapi pasangan calon nomor urut 02 itu menyatakan akan mengajukan sengketa ke MK. Sebelumnya, Prabowo menyatakan menolak hasil penghitungan suara KPU dan tim hukumnya menyatakan akan mengajukan sengketa ke MK. Pihaknya akan melakukan seluruh upaya hukum sesuai konstitusi dalam apa yang disebutnya sebagai membela kedaulatan.

    Menurut Prabowo telah terjadi kecurangan selama penyelenggaraan pemilu. Dari mulai masa kampanye hingga proses rekapitulasi hasil perolehan suara. Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo-Sandiaga juga telah menyatakan enggan untuk mengajukan gugatan sengketa ke MK.

    Soal tuding kecurangan ini juga tidak lepas dari respon Ryan dan Riesta. Ryan mencurigai bahwa kecurangan bisa terjadi meskipun tidak secara gamblang fakta dan cuma ada isu-isunya saja. Ia pun tidak jarang melihat berbagai foto kecurangan menyebar di media sosial. Tapi Ryan masih bingung dengan letak kesalahan dan kecurangan yang sebenarnya terjadi.

    Tapi yang jelas baginya lebih baik menunggu apa saja pengumuman dari KPU dan hasilnya pun sudah keluar. “Yang satu kelihatan ingin mempertahankan (presiden), yang satu lagi ngebet banget. Mungkin karena saking ngebetnya itu jadi dia sudah mendeklarasinya (menang),” tutur Ryan.

    Sementara Riesta dengan adanya tuding kecurangna justru menjadi bingung mau percaya kepada siapa. Meskipun ia mengaku sempat mendengar adanya kecurangan pasca pilpres dari beberapa panitia pencoblosan dan pemberitaan di media. Tudingan kecurangan dari Prabowo pun baginya justru malah belum tentu pihak itu 100 persen bersih.

    Hal itu juga yang membuat Riesta melihat adanya saling menjatohkan lawannya sehingga menjadi ramai di mana-mana. Di antaranya perdebatan di keluarga dan teman-temannya. “Jadi malah makin bikin keliatan ribet. Terus malah jadi jatohnya kaya yang menutupi kesalahan dia. Jadi memunculkan kecurigaan juga,” kata Riesta.

    Pengumuman hasil rekapitulasi suara nasional sendiri dikeluarkan sehari lebih awal dari jadwal semula pada Rabu (22/05) dan dilakukan sebelum rencana akasi demonstrasi menentang hasil pemilihan presiden yang semula dijadwalkan mulai diadakan di Jakarta pada Selasa sore.[]

     

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here