
BOGOR, KabarKampus – Komisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Institut Pertanian Bogor (GMNI-IPB) menggelar pertemuan dengan Persatuan Alumni GMNI IPB di ruang rapat Riset Perkebunan Nusantara IPB, Minggu, (26/08/2019). Pertemuan ini sekaligus menandai kembali berdirinya Komisariat GMNI di Kampus IPB.
Pertemuan tersebut membahas narasi menjaga ideologi pancasila di kampus pertanian. Narasi ini dibahas karena, beberapa tahun ini IPB disinyalir menjadi kampus radikal dan menjadi tempat deklarasi khilafah.
Ramdani Aska, Komisaris GMNI IPB mengatakan, pertengahan tahun 2018 Badan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut ada tujuh Perguruan Tinggi Negeri berpaham radikal. Salah satunya adalah IPB Institut Pertanian Bogor (IPB).
Meskipun hal ini langsung dibantah dan diminta klarifikasi BNPT oleh Arif Satria sebagai Rektor yang menjabat saat ini. Menurut Ramdani, dari penelusuran terhadap berita yang mereka lakukan, setidaknya sejak 2009 sudah ada 17 pelaku terlibat aksi teror dikaitkan dengan latar belakang kampus. Termasuk penangkapan tiga terduga teroris di salah satu universitas di Sumatra pada awal tengah tahun 2018.
Untuk menangkal hal itu, saat ini lanjut Ramdani, di kampus IPB telah dibentuk Unit Kegiatan Mahasiswa Pembinaan Ideologi Pancasila untuk membimbing mahasiswa dengan ideologi nasionalis. Tak hanya itu, di IPB juga muncul kembali gerakan-gerakan mahasiswa dengan corak ideologi nasionalis.
Salah satunya adalah pembentukan kembali organisasi yang ia pimpin. Kegiatan mereka lakukan banyak didukung oleh alumni IPB yang ketika mahasiswa tergabung dalam lembaga mahasiswa dengan ideologi nasionalis.
“Perekrutan anggota GMNI sudah dimulai sejak akhir tahun 2018, dan sudah melakukan tiga kali penerimaan anggota baru. Terakhir pada tanggal 11 Mei 2019 diadakan pengesahan program kerja komisariat,” kata Ramdani.
Komisariat GMNI IPB kembali dihidupkan lagi di tahun 2019. Terakhir salah satu organisasi Cipayung ini mati pada tahun 2004.
Kebangkitan gerakan nasionalis di IPB ditandai dengan pengesahan surat Keputusan Rektor terkait ormawa pengawal idelogi nasionalis. GMNI didorong untuk ikut dalam pembentukan kelembagaan mahasiswa pengawal ideologi bangsa.
Menurut Ramdani, bersama dengan organisasi Cipayung, GMNI akan dalam implementasi pengawalan ideologi nasionalis di IPB. Ia berharap GMNI di kampus IPB dapat lebih menjunjung tinggi ideologi nasionalis dan terhindar dari paham-paham radikalisme anti pancasila.[]






