More

    FLP : Buku Ditarik, Media Massa Tak Paham Defisini Pornografi

    Frino Bariarcianur

    Buku yang dituduh pornografi

    JAKARTA, KabarKampus—Hampir semua media massa, baik cetak online dan televisi tidak melakukan mekanisme “check “ dan “balance” dalam pemberitaan buku yang dituduh pornografi.

    Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Forum Lingkar Pena, Setiawati Intan Savitri kepada KabarKampus terkait penarikan buku-buku yang dituduh pornografi, Kamis (14/06). “Jurnalis media tidak meminta pendapat pakar dan menelan mentah-mentah pernyataan dari beberapa sumber berita.”

    - Advertisement -

    Setiawati mensinyalir jurnalis media, tidak atau belum membaca buku-buku tersebut secara menyeluruh. “Media tak paham definisi pornografi,” kata Setiawati.

    Lebih lanjut Setiawati menjelaskan, pemberitaan media massa yang telah distorsi sangat mengkhawatirkan, karena bila tidak diluruskan akan terjadi fitnah, pembunuhan karakter terhadap penulis, juga pembalikkan akal sehat.

    Hal yang tidak kalah pentingnya menurut Setiawati, semua buku-buku itu telah lolos penilaian Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional.

    “Lolos dengan Surat Keputusan (SK) yang menyatakan layak untuk dijadikan referensi dan tercetak di belakang sampul buku. Sehingga dari sisi kelayakan-bacanya telah dijamin oleh lembaga yang berwenang.”

    Buku-buku yang ditarik peredaran antara lain “Ada Duka di Wibeng” karangan Jazimah Al-Muhyi, “Tidak Hilang Sebuah Nama” karya Galang Lufityanto, “Tambelo: Kembalinya Si Burung Camar karya penulis: Redhite K.,”Tambelo: Meniti Hari di Ottawa” karya Redhite K., “Syahid Samurai” karya Afifah Afra, “Festival Syahadah” karya Izzatul Jannah, dan “Sabuk Kiai” karya Dadang A. Dahlan.

    Buku-buku yang dituduh pornografi tersebut ditemukan di perpustakaan SD Cempaka Arum Bandung. Sampul bukunya pula dianggap sangat Islami. Semua penulisnya adalah anggota Forum Lingkar Pena yang terkenal sebagai sebuah forum penulis yang mengajak masyarakat terutama remaja kepada hal-hak kebaikan. []

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here