
JAKARTA, KabarKampus – Binus University untuk pertama kalinya berhasil menduduki peringkat 801-1000 QS World University 2020. Sementara di Indonesia Binus menempati urutan ke-7 Universitas di Indonesia dan menjadi satu-satunya penyandang presdiket 4 Star dalam sepuluh besar perguruan tinggi terpilih Indonesia.
Pencapaian ini juga sebagai hadiah ulang tahun yang pada tanggal 1 Juli ini BINUS genap berusia yang ke-38 tahun. Untuk mensyukurinya, pada tahun ini, perayaan ulang tahun BINUS yang ke-38 ini diadakan sedikit berbeda dalam acara “BINUS Celebration Night” yang digelar di Kampus Binus @Alam Sutera, Tangerang, Senin, (01/07/2019).
Pada ulaang tahun yang ke-38 ini, BINUS memberikan pemberian apresiasi bagi mahasiswa yang berprestasi setiap tahunnya. Penghargaan tersebut terdiri dari 34 prestasi Jabodetabek, 72 Prestasi Nasional, 4 prestasi tingkat Asean, 10 prestasi tingkat Asia dan 5 prestasi tingkat dunia.
Prof. Dr.Ir.Harjanto Prabowo, MM, Rektor Binus mengatakan turut menyampaikan apresiasi yang setingginya kepada pihak-pihak yang telah menjadi bagian dalam pencapaian BINUS. Ia mengucapkan syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan pemerintah, masyarakat, stakeholders, serta kerja keras Binusian yang mendorong Binus University dapat terus memberikan kontribusi pendidikan terbaik bagi nusantara.
“Ranking dan rating bukanlah tujuan utama, melainkan sebuah apresiasi atas usaha dan dedikasi BINUS dalam membina generasi muda Indonesia melalui pendidikan,” ujar Rektor dalam acara tersebut.
Sementara itu, pada kesempatan ini, Ibu Diah Wihardini, Ph.D, BINUS Global Director menjelaskan, perankingan yang Binus peroleh berdasarkan dalam 6 indikator, yaitu; Academic reputation (40%), Employer Reputation (10%), Citations per Faculty (20%), dan Faculty Student (20%). Selain itu juga International Faculty (5%) dan International Students (5%).
Saat ini, komunitas BINUSIAN yang terdiri dari mahasiswa, alumni, hingga dosen telah berjumlah lebih dari 130.000. Sistem pendidikan dan budaya di BINUS mulai diarahkan untuk dapat berkontribusi untuk masyarakat.
Saat ini, tercatat ada lebih dari 30.000 BINUSIAN (mahasiswa dan dosen) yang melakukan pemberdayaan masyarakat melalui Teach for Indonesia dengan program dan aktivitas seperti bimbingan belajar gratis, pembinaan UKM, pembinaan dan pembangunan prasarana masyarakat desa.
Beberapa dari karya mahasiswa, seperti alat Sonarvision yang dikembangkan mahasiswa jurusan Computer Engineering yang membantu aktivitas penyandang tuna netra dan saat ini sudah disalurkan ke beberapa yayasan di wilayah Indonesia. Selain itu ada juga Digital Library yang membantu yang membantu pelajar-pelajar di daerah pedalaman di Indonesia untuk dapat mengakses konten-konten pendidikan tanpa menggunakan akses internet serta minim konsumsi listrik.[]






