More

    Pentingnya Digitalisasi Surat Berharga di Kawasan Rawan Bencana

    Pelatihan dan Penyuluhan Digitalisasi Dokumen Berharga bagi Perangkat Desa Rawan Bencana. Dok. UI

    BANTEN, KabarKampus – Sejumlah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) menggelar Pengabdian Masyarakat (Pengmas) di Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang pada Sabtu (14/09/2019). Dalam pengabdian masyarakat tersebut, tim Pengmas menggelar kegiatan sosialisasi dan pelatihan dalam bentuk simulasi Desa Tangguh Bencana berupa Pelatihan Digitalisasi dan Penyimpanan Dokumen Penting dan Surat Berharga dalam bentuk file. 

    Kegiatan pelatihan yang diketuai oleh Dosen FHUI Wahyu Andrianto ini dilakukan oleh 15 mahasiswa FHUI. Pelatihan diikuti oleh sebnyak 40 orang perangkat desa yang terdiri dari seluruh ketua RT dan RW di kawasan desa tersebut.

    Sosialisasi dan pelatihan digelar, berawal dari keluhan warga Desa Tunggal Jaya yang dirugikan akibat hilangnya dokumen penting dan surat berharga milik mereka karena sapuan gelombang tsunami Selat Sunda pada Desember 2018 silam. Sejumlah dokumen penting yang tidak berhasil diselamatkan diantaranya Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga, Ijazah, Kartu Nelayan atau Kartu Tani.

    - Advertisement -

    Dokumen-dokumen tersebut sangat bermakna bagi masyarakat setempat karena merupakan bukti valid identitas serta dibutuhkan sebagai syarat administrasi untuk menerima bantuan dari pemerintah dan Lembaga-lembaga bantuan lainnya. Disamping itu, hilangnya sertifikat tanah, STNK dan BPKB kendaraan semakin mempersulit warga untuk membuktikan kepemilikannya terhadap tanah dan kendaraan pasca bencana. Pada akhirnya, berdampak pada banyak kasus sengketa tanah yang muncul pasca bencana.

    Tim pengmas FHUI memberikan solusi konkret atas permasalahan tersebut melalui penerapan digitalisasi dokumen dan surat berharga yang berfungsi. Hal tersebut dilakukan sebagai cadangan backup data jika dokumen asli hilang karena bencana dan sebagainya.

    Wahyu, Ketua Tim Pengmas menuturkan, dalam pelatihan tersebut mereka membuat skema digitalisasi data penting dimulai dari pendataan dokumen dan surat berharga milik desa dan warga desa. Pendataan tersebut kemudian akan menjadi basis data penyimpanan file dokumen asli yang telah terdigitalisasi melalui proses pemindaian elektronik.

    “Data elektronik yang berhasil didapat kemudian akan disimpan dalam SSD (Solid State Drive) eksternal yang telah diproteksi untuk tahan banting dan tahan air, sehingga data tetap terproteksi dengan aman ketika terjadi bencana,” ungkapnya.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here