More

    Menag Minta Hidupkan Kembali Kajian Keislaman di Kampus

    Menag membuka peluncuran seleksi prestasi akademik nasional dan ujian masuk PTKIN tahun 2020 di Jakarta, (20/12/2019). Dok Istimewa

    JAKARTA, KabarKampus – Menteri Agama, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi meminta sivitas akademika Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIN) untuk memikirkan kembali inovasi untuk hidupkan kembali kajian keislaman di kampus. Ia menilai tradisi keilmuan tersebut sudah mulai meredup.

    Hal tersebut disampaikan Menag saat membuka peluncuran Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) dan Ujian Masuk (UM) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) tahun 2020. Kegiatan tersebut di Gedung HM Rasjidi, Thamrin, Jumat (20/12/2019)

    “Saya meminta kepada semua pejabat terkait untuk turut memikirkan inovasi-inovasi yang perlu dilkaukan, agar PTKIN tidak hanya menyuburkan ilmu-ilmu umum, namun menghidupkan kajian strategis ilmu-ilmu keislaman sebagai korps keilmuan yang strategis,” katanya.

    - Advertisement -

    Kendati demikian, Menag sangat mengapresi jumlah pendaftar PTKIN yang terus meningkat. Untuk jalur UM-PTKIN misalnya, sejak dibuka kali pertama pada 2010, pendaftar meningkat dari hanya 8.845 menjadi 157.039. Pendaftar SPAN tahun 2017, sebanyak 82.005 siswa. Jumlah pendaftar naik lagi di tahun 2018 dan 2019. 

    Namun, menurutnya ada fakta yang kurang baik, karena minat mahasiswa pada bidang kajian keislaman terus menurun. Baginya hal tersebut harus menjadi keprihatian bersama.

    “Karena PTKIN awalnya dibangun sebagai wadah kajian ilmu keislaman,” jelasnya.

    Kini PTKIN terus berkembang dan banyak diminati masyarakat. Menag berharap agar sivitas akademika PTKIN memikirkan agar kajian keislaman tidak pudar. Hal tersebut juga menjadi fokus dirinya.

    Dalam pandangan Menag, melemahnya rumpun ilmu keislaman di PTKIN,  karena kebanyakan mahasiswa yang ingin melanjutkan ke UIN, umumnya lemah dalam ilmu keislamannya. “Ini harus menjadi perhatian kita bersama, terutama kampus IAIN yang berniat menjadi UIN,” pungkasnya.

    Hadir pula dalam kesempatan tersebut yakni Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Phil Kamaruddin Amin, M.A., Ketua Forum Rektor PTKIN, Prof, Dr. H. Babun Suharto, SE, MM., dan Ketua Umum SPAN-UM PTKIN, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here