
BANDUNG, KabarKampus – Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM PTKIN) tahun 2020 menggunakan sistem seleksi elektronik (SSE) atau lebih dikenal dengan CBT (Computer Based Test). Ujian seleksi elektronik ini bakal berlangsung selama 8 hari terbagi dan menjadi 3 sesi setiap harinya.
“Untuk perbedaan dengan tahun 2019, UM PTKIN tahun sekarang (2020) tidak menggunakan Paper Based Test (PBT) lagi, tapi 100% semuanya memakai sistem seleksi elektronik (SSE) atau CBT karena Sistem Seleksi Elektronik (SSE) harga mati,” kata Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., Wakil Rektor I UIN Bandung usai rapat internal kesiapan Sekretariat Panitia Nasional Seleksi Prestasi Akademik Nasional dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (SPAN-UM PTKIN), Rabu, (15/01/2020).
UM PTKIN atau Ujian Masuk PTKIN dilaksanakan secara nasional oleh seluruh Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN). Ujian ini diselenggarakan melalalui koordinasi Panitia Nasional yang ditetapkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia.
Jalur tes berbasis komputer, UM PTKIN 2020 bakal diikuti oleh 58 PTKIN di Indonesia. PTKIN ini terdiri dari 17 UIN, 32 IAIN, dan 9 STAIN, ditambah satu Fakultas Agama Islam dari PTN yaitu FAI Universitas Singaperbangsa Karawang
“Ini terbuka untuk semua lulusan dari satuan pendidikan MA, MAK, Pesantren Muadalah, SMA /SMK tahun 2018, 2019, dan 2020. Calon mahasiswa juga harus berbadan sehat agar dapat mengikuti perkuliahan dengan baik,” jelasnya.
Untuk pembiayaan penyelenggaraan UMPTKIN dibebankan kepada peserta seleksi sebesar Rp 200.000. Biaya ini dapat dibayarkan secara langsung melalui bank BNI di seluruh kantor cabang di Indonesia.
Jadwal pendaftaran dan pembayaran UM PTKIN mulai dibuka pada 15 April-29 Mei 2020 pukul 16.00 WIB. Sedangkan untuk finalisasi pendaftaran dimulai pada 15 April-1 Juni 2020 pukul 24.00 WIB.
Caranya, calon mahasiswa terlebih dahulu harus mengisi biodata secara online di laman https://um-ptkin.ac.id untuk mendapatkan nomor Slip Instruksi Pembayaran (SIP). Nomor SIP ini sebagai pengganti dari nomor rekening bank yang bersangkutan.
Pelaksanaan ujian akan digelar pada 15-24 Juni 2020 (8 hari) dengan lokasi di seluruh PTKIN di Indonesia dan menggunakan sistem seleksi elektronik (SSE). Pada tahun ini ujian dilaksanakan sebanyak 24 sesi dengan tiga sesi dalam satu hari dan setiap peserta hanya diberikan kesempatan mengikuti ujian sebanyak satu kali saja.
Peserta ujian dibagi ke dalam dua kelompok; bidang Sains dan Teknologi. Untuk Kelompok IPA serta bidang Sosial, Humaniora, dan Keagamaan untuk Kelompok IPS.
Materi ujian untuk Kelompok IPA adalah Tes Potensi Akademik (Verbal, Kuantitatif), Bahasa (Arab, Inggris), Keislaman (Akidah-Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam, Fikih), dan Kemampuan IPA (Matematika Dasar, IPA Terpadu). Sedangkan untuk Kelompok IPS, materi ujian adalah Tes Potensi Akademik (verbal, kuantitatif), Bahasa (Arab, Inggris), Keislaman (Akidah-Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam, Fikih), dan Kemampuan IPS (Matematika Dasar, IPS Terpadu).
Rapat internal kesiapan Sekretariat Panitia Nasional SPAN-UM PTKIN 2020 dihadiri Kepala Sekretariat, Dr. M. Erihadiana, M.Pd, Ketua Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD), Undang Syaripudin, M.Kom, Kepala Bagian Akademik, Hj. Dina Mulyati, M.Pd, Kepala Sub Bagian Humas, Drs.H. Rohman Setiaman, tim IT dan Helpdesk SPAN-UM PTKIN 2020.






