More

    Narasi Hamas (2): Banjir Al-Aqsa – Hari Penyeberangan yang Mulia (7 Oktober 2023)

    Narasi Hamas terkait “Banjir Al-Aqsa: Dua Tahun Keteguhan dan Semangat untuk Pembebasan” ini dipublikasikan oleh Kantor Media Hamas dalam bentuk PDF bulan Desember 2025, Jumaidil Akhir 1447 H. Terdiri dari 8 Bab. Kabar Kampus menerbitkan edisi terjemahannya secara bertahap per bab sebagai bagian informasi publik untuk memahami situasi kongrit di Palestina sekaligus sebagai refleksi dua tahun genosida di bumi Palestina. Selamat membaca!

    Bab 2

    Banjir Al-Aqsa – Hari Penyeberangan yang Mulia (7 Oktober 2023)

    - Advertisement -

    1. Momen Kebenaran

    Operasi Banjir Al-Aqsa pada Oktober 2023 merupakan momen penentu yang mengubah persamaan konflik setelah bertahun-tahun pengepungan dan pengabaian internasional. Kemarahan Palestina meletus dalam tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dipimpin oleh para pejuang perlawanan setelah dunia menutup semua pintu bagi rakyat yang menuntut hak dasar mereka untuk hidup dan kebebasan.

    Operasi ini bukanlah sebuah petualangan atau tindakan emosional, melainkan langkah terencana yang mengekspresikan keinginan untuk berharap dan memperbaiki jalannya sejarah. Putra-putra Palestina melaksanakannya dengan kesadaran, perencanaan, iman kepada Tuhan, dan keyakinan akan keadilan perjuangan mereka, percaya bahwa pengorbanan adalah jalan menuju keselamatan, dan bahwa membela Yerusalem dan Al-Aqsa adalah hak yang tidak dapat dikompromikan.

    Itu adalah momen pengorbanan yang luar biasa di mana rakyat Palestina ingin memberi tahu dunia: Kami bukanlah korban selamanya, tetapi bangsa yang berjuang untuk martabat kami, menolak untuk menjadi saksi pasif atas hilangnya tanah air kami.

    2. Dukungan Populer yang Luas

    Operasi tersebut mendapat dukungan rakyat Palestina yang belum pernah terjadi sebelumnya dan menjadi simbol persatuan di sekitar opsi perlawanan. Sebuah jajak pendapat oleh Pusat Penelitian Kebijakan dan Survei Palestina (diterbitkan pada 13 Desember)

    (2023) menunjukkan bahwa 72% warga Palestina menganggap keputusan Hamas untuk melancarkan serangan itu benar, dan 69% menyatakan puas dengan kinerja Hamas, dibandingkan dengan hanya 11% yang menyatakan puas dengan kinerja Otoritas Palestina.

    Hasil ini diperoleh meskipun terjadi agresi kekerasan yang dilancarkan oleh entitas Israel dan koalisi militer besar yang mengakibatkan lebih dari 15.000 orang gugur, 36.000 orang terluka, dan pengungsian dua pertiga penduduk Gaza pada saat jajak pendapat ini dilakukan.

    Dukungan rakyat yang luar biasa terhadap perlawanan ini—pada puncak tragedi—merupakan pesan yang jelas bahwa rakyat Palestina berkomitmen pada pilihan keteguhan dan konfrontasi, meskipun harus menanggung biaya yang besar.

    3. Hari Penyeberangan yang Bersejarah

    7 Oktober adalah hari penting dalam sejarah Palestina. Untuk pertama kalinya sejak entitas Zionis/Israel didirikan 75 tahun yang lalu, perlawanan mampu melakukan manuver lapangan, berhasil menembus dan menguasai semua garis pertahanan tentara pendudukan yang mengepung Jalur Gaza, menetralisir ratusan tentara, dan merebut seluruh posisi hanya dalam beberapa jam. Hal ini membuat pendudukan terkejut dengan besarnya pukulan tersebut, yang oleh para pemimpinnya dianggap sebagai pertempuran eksistensial dan “Perang Kemerdekaan” kedua mereka, yang kemudian dinamakan “Operasi Pedang Besi.”

    Hari itu merupakan tonggak sejarah bagi Palestina dalam kesadaran global. Hari itu membuktikan bahwa perlawanan mampu menghancurkan citra tentara yang “tak terkalahkan”, dan bahwa keinginan untuk pembebasan lebih kuat daripada persenjataan militer apa pun.

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here