
LAMPUNG, KabarKampus – Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) terus membuktikan kapabilitasnya sebagai PTS Terbaik ASEAN melalui dua pencapaian signifikan sekaligus yaitu inovasi dakwah berbasis teknologi masa depan dan penguatan kualitas akademik melalui kelulusan doktor baru. Langkah ini mempertegas komitmen UTI dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.
Melalui kolaborasi antara Pusat Unggulan Metaverse (JUARAMETA) dan UKMI Ar-Rahman, UTI sukses menggelar Kajian Ramadan di platform virtual Roblox, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan bertema “Latih Energi Iman, Tebar Edukasi Ramadhan” ini diikuti oleh puluhan mahasiswa dan sivitas akademika yang berinteraksi menggunakan avatar digital di lingkungan kampus virtual.
Atri Wiraguna, mahasiswa Informatika sekaligus anggota UKMI Ar-Rahman, hadir sebagai narasumber yang menekankan pentingnya konsistensi iman di era digital. Wakil Rektor UTI, Dr. H. Mahathir Muhammad, SE., MM., memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan yang menjadikan dakwah lebih inklusif bagi generasi muda.
“Saya sangat bangga dan mengapresiasi kreativitas mahasiswa serta tim JUARAMETA. Ini bukan sekadar tren, melainkan langkah konkret dalam mentransformasi cara kita belajar agama. Dengan Metaverse, dakwah menjadi lebih interaktif, inklusif, dan relevan dengan gaya hidup generasi muda saat ini,” ujar Mahathir seperti dikutip dari Warta Lampung.
Sejalan dengan inovasi teknologi, UTI juga memperkuat fondasi keilmuannya. Dr. Dian Novita, S.E., M.M., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UTI, resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Manajemen dari Universitas Airlangga pada 11 Maret 2026. Dalam disertasinya, Dr. Dian meneliti perilaku konsumen terhadap eco-friendly clothing menggunakan pendekatan Theory of Planned Behavior.
Penelitian ini menyoroti bagaimana kepedulian lingkungan memengaruhi niat pembelian produk fashion berkelanjutan di kalangan generasi muda. “Saya sangat bersyukur kepada Allah swt atas kelancaran proses studi ini. Terima kasih kepada para promotor, keluarga, serta Universitas Teknokrat Indonesia yang telah memberikan dukungan selama saya menempuh pendidikan doktor. Semoga penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu manajemen, khususnya dalam memahami perilaku konsumen terhadap produk fashion yang lebih ramah lingkungan,” ungkap Dr. Dian seperti dikutip dari Rmol.
Rektor UTI, Dr. HM Nasrullah Yusuf, SE., MBA., menyatakan bahwa bertambahnya tenaga pengajar bergelar doktor dan pemanfaatan teknologi tinggi adalah pilar utama universitas dalam mencapai target pembangunan berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), yaitu peningkatan kapasitas dosen menjamin transfer ilmu yang lebih inovatif dan relevan secara global.
Juga SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur): Pengembangan infrastruktur digital seperti Metaverse dan riset AI memperkuat posisi UTI sebagai pelopor teknologi di Indonesia. Adapun SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan kepakaran para doktor baru memperluas jejaring kolaborasi strategis dengan pemerintah dan sektor swasta.
Dengan predikat sebagai pelopor Dosen AI pertama di Indonesia dan deretan prestasi internasional di bidang robotik serta inovasi TI, Universitas Teknokrat Indonesia terus memimpin ekosistem edukasi digital yang berdampak luas bagi masyarakat






