
PADANG, KabarKampus – Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang menggelar Wisuda ke-95 di Gedung J dengan memberikan apresiasi kepada enam mahasiswa berprestasi yang dinobatkan sebagai Bintang Aktivis Kampus, Sabtu (18/4). Penghargaan ini diberikan kepada lulusan yang dinilai memiliki kontribusi signifikan dalam pengembangan kehidupan kampus, baik melalui capaian akademik maupun keaktifan dalam organisasi.
Salah satu penerima penghargaan tersebut adalah Winda Dwika Putri Hasibuan dari Program Studi Bahasa dan Sastra Arab. Ia berhasil meraih predikat tersebut berkat konsistensinya dalam mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan serta prestasi yang diraih selama masa studi.
Winda mengungkapkan bahwa ketertarikannya terhadap dunia organisasi bermula dari kebiasaannya melihat mahasiswa berprestasi di lingkungan kampus. “Awalnya saya sering melihat postingan dan story tentang mahasiswa yang berprestasi di kampus,” jelasnya seperti dikutip dari Suara Kampus.
Perjalanan organisasinya dimulai dari Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), kemudian berlanjut dengan bergabung di Unit Kegiatan Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi Televisi (DKTV). Selama aktif berorganisasi, Winda merasakan banyak manfaat, terutama dalam memperluas jaringan dan pengalaman.
Berbagai prestasi juga berhasil ia torehkan, di antaranya Juara 3 lomba Taqdimul Qishah di Jambi dan Juara Harapan 2 lomba Story Telling pada Asosiasi Dosen Ilmu-Ilmu Adab (ADIA) Festival Internasional. “Saya mengikuti organisasi di jurusan, lalu bergabung dengan UKM DKTV,” sebutnya. “Sejak mengikuti organisasi saya memiliki banyak pengalaman baru,” tambahnya.
Selain itu, ia juga berkesempatan mengikuti konferensi internasional di Universitas Negeri Padang dan Jambi. “Beberapa prestasi yang saya raih berasal dari lomba dan kegiatan yang saya ikuti selama aktif di organisasi,” sebut Winda.
Menurutnya, kontribusi utama sebagai aktivis kampus adalah menjalankan tanggung jawab dengan maksimal. Meski aktif di berbagai kegiatan, Winda tetap menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara akademik dan organisasi. “Bagi saya kontribusi nyata adalah melaksanakan setiap tugas yang menjadi tanggung jawab saya,” jelasnya.
Ia juga mengakui adanya tantangan selama berproses, terutama ketika rencana tidak berjalan sesuai harapan.“Saya selalu menanamkan pada diri sendiri untuk tidak mengesampingkan akademik karena itu tujuan utama saya kuliah,” tuturnya.
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






