
JAKARTA, KabarKampus – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus memprioritaskan sektor pendidikan meski tengah melakukan penyesuaian anggaran. Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, saat menghadiri orientasi penerima baru Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) Tahap II Tahun 2025 di Aula Latief Hendraningrat, Kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Kamis (16/04).
Dalam forum tersebut, Rano Karno memaparkan bahwa investasi SDM melalui KJMU telah menjangkau puluhan ribu mahasiswa. Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 16.979 mahasiswa menerima manfaat pada tahap pertama, disusul 16.920 mahasiswa pada tahap kedua.
Di tengah efisiensi APBD, Rano memastikan bahwa anggaran pendidikan dan kesehatan tidak akan dipangkas secara signifikan. “Ini menunjukkan bahwa Jakarta sangat membutuhkan SDM yang berkualitas. Karena itu, sejak awal masa tugas kami, prioritas utama adalah mempertahankan subsidi pendidikan,” ujar Rano Karno seperti dikutip dari situs UNJ.
Selain KJMU, Pemprov DKI juga telah menuntaskan persoalan 7.200 ijazah warga yang sempat tertahan di sekolah melalui program pemutihan. Rano juga menitipkan pesan dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengenai kesetaraan akses pendidikan.
“Pesan Gubernur DKI Bapak Pramono Anung menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh terganggu. Setiap anak Jakarta harus memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi dan menjadi pemimpin masa depan,” tegasnya.
Rektor UNJ, Prof. Komarudin, menyambut baik keberlanjutan program ini. Di lingkungan UNJ sendiri, terdapat 4.173 mahasiswa penerima KJMU, dengan rincian 880 penerima baru dan 3.293 penerima lanjutan. “Program ini bukan sekedar bantuan finansial, tetapi investasi strategis dalam membangun SDM unggul bagi masa depan bangsa,” ungkap Prof. Komarudin.
Prof. Komarudin menekankan bahwa KJMU bukan sekadar bantuan biaya kuliah, melainkan juga bantuan biaya hidup yang harus dimanfaatkan secara bertanggung jawab oleh mahasiswa. Beliau juga menambahkan bahwa UNJ berkomitmen memberikan pembinaan karakter dan soft skill agar mahasiswa siap terjun ke dunia kerja.
“Maka dari itu kalian semua harus berjuang dengan kuliah tepat waktu, terus semangat serta berprestasi dan dapat memberikan kontribusi nyata dan dampak kepada Masyarakat,” pesannya di hadapan mahasiswa.
Sosok Wisudawan Terbaik dari Psikologi
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






