More

    UAD Resmi Luncurkan Gerakan Minim Plastik

    Peluncuran gerakan #UADMinimPlastik di Hall Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Senin (27/4/2026). (Foto: Official Facebook UAD)

    YOGYAKARTA, KabarKampus – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta resmi meluncurkan gerakan #UADMinimPlastik sebagai upaya konkret menekan penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan kampus. Program ini diperkenalkan dalam sebuah acara di Hall Kampus 4 UAD pada Senin (27/4), sebagai bagian dari komitmen menuju konsep zero waste campus.

    Peluncuran diawali dengan paparan dari Ketua Program Gerakan #UADMinimPlastik, Ahmad Ahid Mudayana. Dalam laporannya bertajuk “Zero Waste Campus: Penguatan Edukasi, Kebijakan, dan Fasilitas Pengurangan Sampah Plastik”, ia menjelaskan bahwa inisiatif ini telah dirancang sejak tiga tahun lalu. 

    Latar belakangnya berkaitan dengan persoalan pengelolaan sampah di Daerah Istimewa Yogyakarta, termasuk penutupan TPA Piyungan. “Ini merupakan salah satu dari banyaknya program kerja sama antara UAD dengan WWF Indonesia. Harapannya dengan launching ini, bisa memberikan dampak nyata pada pengelolaan sampah di kampus,” ujar Ahmad seperti dikutip dari Antara.

    - Advertisement -

    Dukungan terhadap gerakan ini juga datang dari sisi infrastruktur kampus. Kepala Biro Sarana dan Prasarana UAD, Prof. Dr. Ir. Zahrul Mufrodi, menyampaikan bahwa pihak universitas telah menyiapkan berbagai fasilitas pengelolaan sampah berkelanjutan. Bahkan, upaya tersebut telah menunjukkan hasil dengan penurunan limbah plastik hingga 25 persen.

    “Kami turut berbahagia dengan pendampingan yang telah dilakukan hingga saat ini, programnya bisa berjalan dan memberikan dampak nyata. Bagaimana kita meminimalkan sampah dan mengolahnya dengan sebaik mungkin menjadi hal yang bermanfaat. Semoga ke depannya kita bisa mengurangi sampah plastiknya sehingga residu menjadi semakin berkurang,” kata Prof Zahrul.

    Puncak kegiatan ditandai dengan peluncuran resmi oleh Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga perubahan pola pikir seluruh sivitas akademika.

    “Di kampus kita ada unit pengolah sampah dengan metode pirolisis (pyrolysis). Kita tidak hanya menimbun sampah, tetapi mengolahnya menjadi hal-hal yang bermanfaat. Oleh karena itu, kita harus membangun mental memilah dalam membuang sampah. Kita juga harus mewujudkan lingkungan yang asri dari sisi mata, telinga, dan hati,” tutur Prof Muchlas.

    Sebagai simbol dimulainya gerakan, pihak kampus menyerahkan tumbler kepada perwakilan dekan dan mahasiswa, serta melakukan penekanan tombol sirine bersama mitra dari WWF Indonesia. “Kita harus membangun mental memilah dalam membuang sampah, sekaligus mewujudkan lingkungan yang asri dari sisi mata, telinga, dan hati,” kata Prof Muchlas.Melalui gerakan ini, UAD berharap kesadaran untuk mengurangi sampah plastik tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi menjadi budaya baru di lingkungan kampus. Dengan sinergi antara kebijakan institusi, edukasi, dan partisipasi aktif mahasiswa, UAD menargetkan diri sebagai salah satu pelopor kampus ramah lingkungan di Yogyakarta.

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here