
KUDUS, KabarKampus – Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) terus memperluas akses pendidikan tinggi bagi berbagai kalangan, termasuk pekerja dan siswa berprestasi, melalui beragam skema Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun akademik 2026/2027. Salah satu program unggulan yang ditawarkan adalah Kerja Sambil Kuliah (KSK), yang dirancang untuk memfasilitasi para pekerja agar tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan.
Program ini mengusung sistem pembelajaran hybrid yang fleksibel, dengan komposisi 80 persen daring dan 20 persen tatap muka. Kepala Biro Humas dan Admisi UMKU, Moh. Aris Prasetiyanto, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa program tersebut menjadi solusi bagi mereka yang ingin meningkatkan kompetensi sekaligus menjaga stabilitas karier.
“Program KSK sangat cocok bagi pekerja yang ingin meningkatkan kompetensi, pengalaman, dan jenjang karier mereka,” katanya. Program ini hadir sebagai solusi bagi mereka yang ingin meraih gelar sarjana tanpa harus meninggalkan pekerjaan,” tegas Aris seperti dikutip dari situs UMKU.
Dalam pelaksanaannya, UMKU membuka 10 program studi yang dapat diikuti melalui jalur KSK, di antaranya S1 Administrasi Rumah Sakit, S1 Gizi, S1 Teknik Industri, S1 Sistem Informasi, S1 Ilmu Komputer, S1 Ekonomi Syariah, S1 Akuntansi, S1 Hukum, S1 PGSD, serta S1 Bisnis Digital.
Selain fleksibilitas waktu, program ini juga menawarkan biaya yang relatif terjangkau. Biaya pendaftaran ditetapkan sebesar Rp100.000, sementara biaya kuliah dimulai dari Rp600.000 per bulan. Tak hanya menyasar pekerja, UMKU juga menghadirkan jalur Penelusuran Minat dan Prestasi (PMDP) bagi siswa kelas 12 yang memiliki capaian akademik unggul.
“Biaya pendaftaran proram KSK UMKU sebesar Rp100.000, sementara untuk biaya kuliah mulai dari Rp600.000 per bulannya,” ungkap Aris. “Selain itu, ada juga biaya pra kuluah senilai Rp1.750.000 yang dibayarkan pada saat registrasi,” imbuhnya.
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






