
JAKARTA, KabarKampus – Dugaan korupsi dalam proses penerimaan mahasiswa baru di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto kembali menjadi sorotan. Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak berhenti mengusut perkara tersebut jika ditemukan indikasi praktik serupa di perguruan tinggi lain.
Permintaan itu disampaikan Sahroni menyusul penyidikan KPK terhadap dugaan korupsi dalam penerimaan mahasiswa baru di Unsoed. Ia menilai proses hukum perlu dikembangkan apabila penyidik menemukan pola yang sama di institusi pendidikan lainnya.
Menurutnya, sistem penerimaan mahasiswa semestinya berjalan berdasarkan kemampuan dan kriteria yang telah ditetapkan, bukan dipengaruhi uang ataupun hubungan tertentu. “Saya harap KPK juga berani menelusuri jika ada dugaan praktik serupa di kampus-kampus lain. Pendidikan harus bersih dari KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) dan kembali pada sistem yang benar-benar berbasis merit,” kata dia seperti dikutip dari Antara.
Kasus tersebut sebelumnya membuat KPK menetapkan Rektor Unsoed Akhmad Sodiq sebagai tersangka. Penyidikan kemudian berkembang ke sejumlah pihak lain yang diduga memiliki informasi berkaitan dengan proses penerimaan mahasiswa di kampus tersebut.
Salah satu perkembangan terbaru adalah penggeledahan ruang kerja Sekretaris Daerah Banyumas Agus Nur Hadie pada Kamis (10/9). Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan tindakan tersebut dilakukan karena penyidik menduga Agus mengetahui adanya rekomendasi bagi calon mahasiswa yang telah menyerahkan sejumlah uang agar dapat diterima sebagai mahasiswa baru di Unsoed.
Dugaan tersebut membuat persoalan penerimaan mahasiswa tidak lagi sekadar menjadi perkara internal perguruan tinggi. Kasus ini menyentuh persoalan yang lebih luas mengenai integritas proses seleksi dan keadilan bagi calon mahasiswa yang mengikuti jalur penerimaan secara resmi.
Sahroni menilai praktik jual beli kursi pendidikan dapat menimbulkan dampak serius bagi mahasiswa yang telah berusaha masuk perguruan tinggi melalui jalur yang sah. “Kasihan adik-adik kita sudah belajar mati-matian dan berjuang secara jujur untuk masuk perguruan tinggi negeri impian mereka, jangan sampai kalah karena ada yang bermain uang dan koneksi. Itu sangat tidak adil dan bisa merusak moralitas generasi muda,” ujarnya.
Integritas Pendidikan Jadi Sorotan
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






