
BANDUNG, KabarKampus – Empat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) masuk dalam 10 besar perguruan tinggi di Indonesia dengan kualitas riset terbaik berdasarkan pilar Research Quality dalam Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2027. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi PTKIN dengan capaian tertinggi sekaligus berada di posisi pertama dalam daftar kualitas riset tersebut.
Tiga kampus lainnya adalah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Capaian itu muncul dalam THE WUR 2027 yang menempatkan Universitas Indonesia (UI) sebagai perguruan tinggi Indonesia dengan peringkat keseluruhan tertinggi.
UI berada pada kelompok peringkat 651–700 dunia, sedangkan UIN Sunan Kalijaga berada di kelompok 801–1.000 dunia. Dalam metodologi THE, Research Quality menjadi salah satu pilar utama dengan bobot 30 persen. Indikator ini mencakup citation impact, research strength, research excellence, dan research influence. Bobot tersebut bahkan menjadi yang terbesar dalam keseluruhan penilaian THE WUR 2027.
UIN Sunan Kalijaga mencatat skor Research Quality 82,8. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di antara perguruan tinggi Indonesia dalam pilar penilaian tersebut. Di bawahnya terdapat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan skor 60,2. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berada di posisi kesembilan dengan skor 44,2, sedangkan UIN Sunan Gunung Djati Bandung menempati posisi kesepuluh dengan skor 43,8.
Ketua LPPM UIN Sunan Kalijaga Abdul Qoyum sebelumnya menjelaskan bahwa capaian kampus tersebut berkaitan dengan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah yang dihasilkan sivitas akademika. Ia juga menyoroti sejumlah indikator dalam penilaian THE, termasuk dampak sitasi yang telah dinormalisasi berdasarkan bidang keilmuan.
Masuknya empat PTKIN dalam jajaran 10 besar menunjukkan bahwa perguruan tinggi Islam negeri memiliki performa yang kompetitif dalam aspek penelitian. Posisi tersebut juga memperlihatkan bahwa kekuatan kampus dalam pemeringkatan global tidak hanya ditentukan oleh reputasi pengajaran, tetapi juga oleh kualitas dan pengaruh hasil penelitian.
Riset Tak Hanya Diukur dari Jumlah Publikasi
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






