More

    “Nge-beib” yuuuuks….!

    Yane, Santi, Resita-Suaka UIN SGD Bandung

    ILUSTRASI : Infopulsa

    Minta PIN BBnya dooong…Biar kita bisa BBM-an getohh…” ujar seorang mahasiswi dengan gaya agak alay, kepada mahasiswa lainnya yang sedang asyik ngetik di Blackberry miliknya. Pasti kalian juga sudah tidak asing dengangadjet yang sedang booming ini. Blackberry atau yang sekarang lebih dikenal dengan BB ini nampaknya sedang happening banget, tidak hanya dikalangan kantoran dan mahasiswa, tetapi juga merasuk di kalangan pelajar, bahkan sampai ke adek-adek yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Meski tak bisa dipungkiri, untuk beberapa orang, masih ada saja yang bingung dengan istilah-istilah di atas. Termasuk kamu jugakah? Haha…

    Kita bahas sedikit eiaaaahPersonal Identification Number (PIN) yang terdiri dari 8 digit angka dan huruf ini digunakan para penguna BB agar dapat chatting lewat Blackberry Messenger (BBM). PIN ini tercatat di RIM, aliasResearch In Motion, perusahaan produsen Blackberry dan pemberi layanannya. Biasanya Beliber (istilah yang digunakan para penggila BB) saling bertukar PIN agar dapat saling berkomunikasi lewat BBM, atau sekedar  endaftarkan akun milik mereka seperti yahoo dan gmail.

    - Advertisement -

    Bahkan kini muncul istilah ‘Nge-beib’, adalah istilah lain yang digunakan para pengguna Blackberry kalau mereka sedang asyik dengan si BB ini. Dan banyak lagi istilah-istilah

    BB lainnya. Bahkan muncul juga bahasa-bahasa forum yang unik dan menarik seperti: CMIIW (Correct Me If I’m Wrong), AFAIK (As Far As I Know), IMO (In My Opinion), IMHO (In

    My Humble Opinion), SOL (Sorry One Liner).

    Masih ada lagi bahasa-bahasa singkatan lainnya untuk sekedar menunjukan ekspresi seperti LOL, kepanjangan dari Laugh Out Loud (tertawa terbahak-bahak). Bahkan repotnya, mau berterima kasih saja harus ada singkatannya, TQVMalias Thank you very much (terima kasih banyak).

    Lalu bagaimanakah pendapat temen-temen UIN Bandung sendiri sama gadjet yang satu ini? Tertarik kah untuk memilikinya? Atau malah biasa-biasa ajah? Kita cari tahu yuk opini mereka…

    Gina Oktaviani, semester III Fakultas Saintek jurusan Teknik Informatika

    “Pake BB itu jadi kelihatan elegan gitu, trus kan simbolsimbolnya juga beda tuh ada bismilllah dan lain-lain. Aku suka karena fitur-fitur di dalamnya lebih banyak.”

    Aji Chandra Asmara, mahasiswa Jurnalistik.

    “Aku punya BB sejak awal mula BB itu ada. Suka nge-beib, soalnya banyak cewek-cewek cantik pake smart phone yang satu ini, jadi kan banyak temen yang cantik dan pastinya bikin autis, hehe.”

    Nining. mahasiswi BPI smt III

    “Yang penting, HP tuh bisa buat smsan telpon sama facebook an. Nge-beib tuh nggak penting. Sedeng aja tuh orang, haha… ampe kaya gitu punya HP. Ya emang sih, BB banyak

    aplikasinya. Buat internetan pun asik. Tapi sih kalo menurut saya hal itu jadi banyak madaratnya, apalagi bagi yang terlalu berlebihan dalam penggunaannya, bisa-bisa jadi autis.[]

    - Advertisement -

    3 COMMENTS

    1. istilah “autis” jangan sampai mengalami pergeseran makna,pahami dulu apa arti autis sebenarnya, tak perlu ikut latah pakai istilah “autis” di keseharian, yuk stop use “autism” on our daily jokes 🙂

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here