More

    Mahasiswa PENS Petakan Daerah Rawan Dengan Software

    Ahmad Fauzan Sazli

    Adias Cahya Untara menunjukkan hasil karyanya/FOTO : Dokumentasi Humas PENS

    SURABAYA, KabarKampus – Setiap hari tindak kejahatan menghiasi berita surat kabar di Surabaya. Maraknya tingkat kejahatan di Surabaya tersebut mengetuk hati mahasiswa Politeknik Elektronik Negeri Surabaya (PENS) membuat Software yang dapat memantau keamanan kota Surabaya.

    Mahasiswa ini adalah Adias Cahya Untara, mahasiswa Program D4 Teknik Informatika. Adias menuangkan kekhawatirannya itu dalam sebuah penelitian tugas akhir yang berjudul Analisa Pemetaan Daerah Rawan Curas, Curat dan Curanmor di Surabaya sebagai Pendukung Penjadwalan Razia.

    - Advertisement -

    Penelitiannnya berbentuk sebuah sistem informasi berbasis web. Penelitiannya diawali dengan melakukan sampling terhadap sekitar 26 Polsek di 29 kecamatan di Surabaya. Andias mengurutkan satu-persatu polsek sesuai dengan intensitas kejahatannya. Kemudian mengkategorikan semua wilayah tersebut dalam 3 tingkat keamanan.

    Ada tiga tingkat keamanan yaitu kategori aman apabila kejahatan di wilayah polsek tertentu berkisar antara 0 – 0,5 dari rata-rata kejadian. Kategori sedang, 0,5 – 1,5 dari rata-rata kejadian, dan sangat rawan bila di atas 1,5 rata-rata kejadian,” kata Adias.

    Adias mengungkapkan, dari hasil pengumpulan dan pengolahan data tindak kriminal selama 2 tahun dan 2 bulan, ditemukan sekitar 10 daerah yang masuk dalam kategori tidak aman. Daerah itu diantaranya, Krembangan, Sawahan dan Bubutan.

    Pada program ini saat peta ditampilkan pada monitor daerah yang rawan akan berwarna merah. “Dengan dipetakan seperti ini pihak Polrestabes dapat memantau tingkat kriminalitas yang terjadi diseluruh polsek.”

    Selain itu, Adias juga membuat program untuk membantu pihak kepolisian dalam mendukung penjadwalan razia, melalui penentuan hari rawan, waktu rawan dan tempat rawan. “Setiap wilayah tidak sama frekwensi tindak kejahatannya, sehingga penanganannya berbeda. Paling tidak diperkecil kemungkinannya agar tidak terjadi kejahatan. Jadi dengan dipetakan berdasarkan hari, waktu dan tempatnya razia menjadi lebih efektif,” katanya.

    Andias berharap aplikasi ini dapat diterapkan di Polrestabes Surabaya dan ke depan Surabaya menjadi lebih aman.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here