More

    Pilihan Terakhir Setelah Dipukul Preman, Blokir Rel Kereta Api

    Ahmad Fauzan Sazli
    DEPOK, KabarKampus-Ratusan pedagang Kereta Api se-Jabodetabek dan mahasiswa UI memblokir stasiun kereta api Pondok Cina (Pocin), Depok, Senin, (14/01/2013). Aksi tersebut dilakukan, setelah sejumlah preman menghancurkan kios pedagang secara paksa.

    Dalam aksinya mereka membentangkan beton, balok, dan meja-meja yang sebelumnya berada di dalam kios yang dihancurkan di rel kereta api. Mereka juga meblokir laju kereta api dengan berkumpul di tengah rel kereta api.

    Mantan Ketua BEM UI, Faldo Maldini kecewa dengan cara kekerasan yang mengerahkan preman untuk menggusur pedagang kios. Ia juga marah dengan pemberitaan-pemberitaan yang menyudutkan mahasiswa dan pedagang Stasiun Pondok Cina, Depok.

    - Advertisement -

    “Untuk berita pers-pers yang miring, itu tidak benar! Fakta di lapangan: Gusur tanpa surat + penggunaan preman + tanpa dialog di St.pPcin,” kicau Faldo di twitter.

    Akhirnya, mahasiswa dan pedagang mengambil pilihan yang dilematis. Mereka memblokir rel kereta api setelah sejumlah mahasiswa dan pedagang dipukuli preman. Blokir rel ini pun menuai protes.

    “Hari ini stasiun Pondok Cina digusur tanpa pemberitahuan kepada pedagang dan pada polres. Yang mebubarkan juga preman dengan kekerasan, ” kata Azhar, wakil BEM UI.

    Menurutnya, pada saat mahasiswa dan pedagang dipukuli preman, polisi hanya membiarkan saja. “Ini adalah puncak kesedihan kami,” tambahnya.

    Azhar mengungkapakan mahasiswa bersama pedagang akan bertahan memblokade laju kereta api hingga para pejabat, seperti SBY, Dahlan Iskan dan Dirut Utama  PT.KAI Iqnatius Jonan hadir di stasiun Pocin.

    Pemblokiran stasiun Pocin ini telah berlangsung sejak pukul 12 siang . Selama blokade ribuan penumpang tertahan di sejumlah stasiun di Jakarta dan Bogor. []

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here