More

    Doa Bersama Untuk Satinah

    Ahmad Fauzan Sazli

    Sejumlah organisasi yang tergabung dalam "Jaringan Save Satinah" menggelar doa bersama di Bundaran HI, Jakarta, Selasa, 01/04/2014). Dok. FMN
    Sejumlah organisasi yang tergabung dalam “Jaringan Save Satinah” menggelar doa bersama di Bundaran HI, Jakarta, Selasa, 01/04/2014). Dok. FMN

    JAKARTA, KabarKampus – Sejumlah organisasi masyarakat yang tergabung dalam “Jaringan Save Satinah” menggelar doa bersama di Bundaran HI, Jakarta, Selasa, (01/03/2014). Doa tersebut ditujukan kepada Satinah, seorang Buruh Migran Indonesia yang sedang menunggu hukuman mati di Arab Saudi. Selain berdoa, mereka juga meminta agar pemerintah  SBY serius dan tegas membebaskan Satinah.

    Dalam kegiatan tersebut, salah satu organisasi yang turut hadir adalah Front Mahasiswa Nasional (FMN). Dalam kesempatan itu, FMN sangat menyayangkan sikap pemerintah yag tidak tegas dalam upaya membebaskan Satinah dari Hukuman Pancung.

    - Advertisement -

    “Tentu rakyat Indonesia khususnya satinah beserta keluarga yang selama ini telah berjuang “Save Satinah”, dibuat binggung sekaligus miris atas sikap tidak tegas dari SBY,” kata Rachmad P Panjaitan, Ketua Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional.

    Menurutnya,  sebagaimana rumor yang masih simpang siur, tersiar berita bahwa pemerintah berhasil mengundur hukuman pancung Satinah sampai 2016 dengan membayar denda cicilan sebesar 15 Milyar. Namun pada tanggal 31 Maret 2014 berdasarkan paparan dari Gatot Kepala BNP2TKI, menyebutkan penundaan eksekusi Satinah belum pasti.

    “Sementara pemberitaan dari Kemenlu menyebutkan bahwa hukuman pancung Satinah diundur sampai 2 Tahun,” ungkapnya.

    Rachmad menjelaskan, bagi mereka, meski betul pengunduran hukuman pancung Satinah sampai 2016, tentu ini bukan menjadi solusi yang cerdas diambil oleh pemerintah, apalagi melalui pencicilan diyat. Karena mereka menginginkan agar Satinah beserta seluruh Buruh Migran lain yang terancam hukuman mati di Luar Negeri untuk segera terbebaskan.

    “SBY selaku Kepala Negara harus sigap dalam menyelesaikan kasus warga negaranya yang sedang terancam hukuman mati,” katanya.

    Bahkan menurutnya, mereka menilai SBY tidak sedikit pun menujukkan kepekaannya dalam menyelesaikan kasus Satinah. Ia selalu membelah diri mengatakan telah optimal untuk membebaskan hukuman mati Satinah, padahal SBY hanya sebatas mengirim surat kepada Raja Arab.

    Selain FMN sejumlah organisasi yang turut hadir dalam kegiatan doa bersama ini antara lain, Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia (ATKI), Migran Care, Migran Institute, Komnas Perempuan, Jala PRT, Komisi Aksi Perempuan, GSBI, INDIES, LBH Jakarta, Melanie Subondo, Fadly Padi, Julia Peres  dan lain-lain.[]

     

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here